Bareskrim Polri Ungkap Fakta Baru Penanganan Banjir Aceh–Sumut–Sumbar: Dua Lokasi Naik Penyidikan, BMKG Beberkan Kronologi Cuaca Ekstrem, KLHK Soroti Tekanan DAS
Bareskrim Polri Ungkap Fakta Baru Penanganan Banjir Aceh–Sumut–Sumbar: Dua Lokasi Naik Penyidikan, BMKG Beberkan Kronologi Cuaca Ekstrem, KLHK Soroti Tekanan DAS. (Foto: Rambe)
Jakarta, 12 Desember 2025 — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam paparan resmi yang dipimpin Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh. Irhamni, Polri menegaskan bahwa penanganan bencana dan penegakan hukum berjalan paralel, terukur, dan berbasis bukti ilmiah.
Paparan ini dihadiri BMKG Aceh, BMKG Sumatera Barat, BMKG Sumatera Utara, serta KLHK yang menjabarkan kondisi hidrometeorologi, tekanan daerah aliran sungai (DAS), hingga temuan lapangan yang memperkuat konstruksi penyelidikan.
Progres Penanganan & Penegakan Hukum: Dua Lokasi Resmi Naik Penyidikan
Bareskrim menegaskan proses penegakan hukum terkait bencana mengikuti alur:
Penyelidikan → Penyidikan, setelah ditemukan minimal dua alat bukti.
Hingga hari ini, dua lokasi resmi naik ke tahap penyidikan:
• DAS Garoga
• DAS Anggoli
Kenaikan status tersebut didasari:
- Adanya indikasi kuat dugaan tindak pidana kerusakan lingkungan hidup
- Ditemukannya sumber kayu di hulu yang berkaitan dengan dampak banjir
- Pola kerusakan vegetasi yang tidak sesuai karakter longsor alami
Penyidikan kini berfokus pada:
tracing sumber balok kayu, analisis kerusakan kawasan hutan, serta kemungkinan pelanggaran tata kelola lahan.
Akses medan menjadi kendala utama karena longsoran belum stabil dan titik pengamatan terpencar.
Paparan BMKG Aceh: Peringatan Dini Telah Dikeluarkan Sejak Oktober
BMKG Aceh menegaskan bahwa:
- Peringatan cuaca ekstrem telah disampaikan jauh sebelum kejadian
- Rekomendasi Siaga Darurat Hidrometeorologi dikirim ke Pemerintah Daerah sejak 27 Oktober
- BMKG mengingatkan bahwa kesiapsiagaan daerah sangat krusial dalam menghadapi potensi bencana
Paparan BMKG Sumatera Barat: Siklon 95B & Curah Hujan Ekstrem 218–261 mm/Hari
BMKG Sumbar memaparkan fakta cuaca ekstrem:
- Menjelaskan pengaruh Bibit Siklon 95B
- Curah hujan ekstrem 21–27 November mencapai 218–261 mm/hari
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diperpanjang karena potensi hujan tinggi
- Musim hujan di Sumbar sedang memasuki puncak dengan konvergensi atmosfer aktif
Kombinasi hujan ekstrem dan topografi curam turut memperparah kejadian longsor dan banjir.
Paparan BMKG Sumatera Utara: Siklon Tropis “SENIAR” Pengaruhi Cuaca di Sumut
BMKG Sumut menjelaskan:
- Kesiapsiagaan telah dibahas bersama Pemda, BPBD, dan BBWS sejak awal musim hujan
- Bibit Siklon 95B berkembang menjadi Siklon Tropis SENIAR, memicu cuaca ekstrem
- Warning cuaca dikeluarkan sejak 17 November dan diperbarui setiap 3 jam
- Zona terdampak hujan ekstrem: Langkat, Medan, Deli Serdang, Binjai, hingga Batubara–Asahan
- Kewaspadaan ditingkatkan di wilayah pesisir barat dan DAS rawan
Tekanan DAS Aceh–Sumut–Sumbar Meningkat, Perubahan Tutupan Lahan Jadi Faktor Risiko
KLHK memaparkan analisis kerusakan lahan:
Aceh
- Banjir melanda 70 titik, 31 DAS, di 15 kabupaten/kota
- Perubahan tutupan lahan meningkatkan kerentanan banjir
Sumatera Utara
- Beberapa DAS mengalami tekanan lahan dan sedimentasi tinggi
- Perubahan tutupan lahan memicu potensi banjir bandang
Sumatera Barat
- Longsor dipicu gabungan: hujan ekstrem + topografi curam + tekanan tutupan lahan
- Banyak longsor terjadi pada hutan primer akibat intensitas hujan yang ekstrem, bukan pembukaan lahan
Dugaan Illegal Logging & Asal Kayu di Pantai
a. Dugaan Ilegal Logging Sumbar?
- Polda Sumbar dan Bareskrim tidak menutup kemungkinan adanya pembukaan lahan oleh masyarakat
- Skala pembukaan sangat kecil: 1–2 hektare
- Tidak ditemukan bukti awal adanya ilegal logging terorganisir
- Lahan yang dibuka mayoritas untuk tanaman durian, manggis, buah-buahan, bukan kayu komersial
- Lokasi bukan di hulu, tetapi di tengah DAS, dekat batas kawasan hutan
- Hulu DAS (±11 km dari titik pembukaan) justru menunjukkan kerusakan akibat longsor alami
Penyelidikan titik lain akan dilanjutkan ketika cuaca memungkinkan.
b. Asal-Usul Kayu yang Terbawa ke Sungai dan Pantai
- Kayu-kayu tersebut sedang dalam proses tracing
- Sebagian masyarakat memotong dan mengangkut kayu tanpa instruksi pemerintah
- Polda Sumbar diperintahkan mengamankan kayu sebagai barang bukti
c. Penegasan Alur Penyidikan — Fokus pada Kerusakan Lingkungan
Penyidikan menitikberatkan pada:
- Sumber balok kayu di hulu
- Pola kerusakan vegetasi
- Potensi pelanggaran tata kelola kawasan hutan
Penegasan DIRTIPIDTER Bareskrim Polri: Kolaborasi Lintas Kementerian & Transparansi
Brigjen Pol Moh. Irhamni menegaskan:
- Penanganan bencana dan penyidikan dilakukan melalui kerja bersama KLHK, Kemenhut, BPBD, BBWS, Pemda, dan Polda
- Data spasial, citra satelit, serta analisis teknis sangat penting untuk proses penyidikan
- Polri berkomitmen menyampaikan perkembangan terbaru secara berkala kepada media
- Penanganan bencana Aceh–Sumut–Sumbar menuntut koordinasi kuat dan kecepatan respons lintas sektor.
Penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar bukan hanya soal tanggap darurat, tetapi juga memastikan penegakan hukum berbasis bukti untuk mencegah kejadian serupa. Dengan dua lokasi yang telah naik ke penyidikan, serta dukungan penuh kementerian dan lembaga terkait, Bareskrim Polri menegaskan komitmen menjaga lingkungan, memetakan risiko, dan memastikan akuntabilitas pengelolaan DAS di seluruh wilayah terdampak.
{RAMBE}