Lobang Horor Jalinsum 30 Cm Nyaris Telan Korban Truk Terguling, Aksi Spontan 2 Polisi di Padangsidimpuan
Lobang Horor Jalinsum 30 Cm Nyaris Telan Korban Truk Terguling, Aksi Spontan 2 Polisi di Padangsidimpuan. (Foto: {RAMBE})
Ipda Endarianto dan Brigpol Febri berjibaku menambal jalan berlubang di Jl. Raja Inal Siregar Kel. Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara.
Ini Bikin Merinding!
PADANGSIDIMPUAN – Sungguh sebuah teladan yang menggetarkan hati! Di tengah panas terik matahari yang menyengat kulit, dua personel Polri dengan seragam lengkap tampak bercucuran keringat di pinggir jalan raya. Bukannya sedang melakukan razia, mereka justru terlihat sibuk mengayunkan cangkul, mengangkat batu kali berukuran besar, dan menambal bahu jalan yang menganga lebar di Jalan Raja Inal Siregar, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara.
Kedua pahlawan tanpa tanda jasa tersebut adalah Kanit Gakkum Satlantas Polres Padangsidimpuan Ipda Endarianto dan Brigpol Febri Erlanda Pohan. Tanpa memedulikan lelah, aksi nyata kedua personel Korps Bhayangkara ini spontan menjadi viral dan memanen pujian setinggi langit dari masyarakat luas karena sukses menyelamatkan banyak nyawa pengguna jalan!
Menantang Maut di "Lubang Horor" Lintas Sumatra
Jalur tempat Ipda Endar dan Brigpol Febri berjibaku bukanlah jalanan biasa. Area tersebut merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan Provinsi Sumatra Utara dengan Sumatra Barat, sekaligus jalur lintas utama antara Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan.
Sejak Maret 2026, sebuah lubang sedalam 30 sentimeter menganga lebar di bahu jalan tersebut. Lubang horor ini telah menjelma menjadi momok menakutkan yang memicu kecelakaan beruntun. Tercatat, sebanyak dua unit truk besar sempat terguling akibat terperosok ke dalamnya pada Maret dan Mei 2026. Tidak hanya itu, deretan mobil pribadi, sepeda motor, hingga pejalan kaki kerap menjadi korban keganasan lubang maut tersebut.
Mendengar jeritan dan keluhan langsung dari masyarakat, Ipda Endar tidak tinggal diam. Insting pelindung rakyatnya langsung bergejolak.
“Atas persetujuan dari Kasat Lantas (AKP Jonni Silalahi) dan atas bimbingan Bapak Kapolres (AKBP Wira Prayatna), saya berinisiatif untuk menambal jalan tersebut,” ungkap Ipda Endar dengan penuh ketulusan.
Perjuangan Tanpa Lelah: Bawa Satu Truk Batu Kali Demi Keselamatan Warga
Perjuangan kedua polisi humanis ini ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pada penambalan pertama di bulan Maret, mereka sempat menutup lubang menggunakan tanah. Sialnya, material tersebut kembali berlubang akibat tergerus derasnya air hujan.
Namun, semangat menjunjung tinggi keselamatan masyarakat tidak pernah pudar dari jiwa Ipda Endar dan Brigpol Febri. Pada Mei 2026, mereka kembali turun ke jalan. Kali ini tidak main-main, bermodalkan gotong royong, mereka mendatangkan satu truk colt diesel penuh berisi batu kali besar.
Menggunakan cangkul dan tenaga manual, kedua polisi ini menurunkan batu-batu tersebut hingga berhasil menutup total lubang horor tersebut secara permanen. Hasilnya luar biasa! Hingga Juli 2026 ini, tambalan batu kali tersebut terbukti kokoh dan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di lokasi tersebut turun drastis hingga nol kasus (zero accident).
“Alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan jalan itu dan alhamdulillah sampai bulan Juli ini tidak ada laka lantas di situ. Tindakan sekecil apa pun kalau kita kerjakan dengan ikhlas pasti masyarakat akan menilainya dengan baik,” tutur Ipda Endar penuh rasa syukur.
Diganjar Penghargaan Tinggi Oleh Kapolres Padangsidimpuan
Aksi heroik di luar tugas pokok ini langsung direspons cepat oleh institusi. Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna secara resmi menganugerahi penghargaan (reward) tertinggi kepada Ipda Endar dan Brigpol Febri.
AKBP Wira menegaskan bahwa langkah cepat anggotanya di lapangan adalah bukti konkret bahwa jajaran Polres Padangsidimpuan selalu peleduli dan hadir sebelum gangguan kamtibmas terjadi. Aksi ini juga menjadi implementasi nyata dari tema Hari Bhayangkara ke-80, yakni “Mengabdi 80 Tahun, Polri untuk Masyarakat”.
“Jika kita melaksanakan tugas pokok itu dengan baik, benar, dan bermanfaat, tema ‘Polri untuk Masyarakat’ itu terimplementasi dengan baik,” tegas AKBP Wira Prayatna.
Kompolnas Sebut Jadi Role Model Baru: Bukti Nyata Polri Makin Dicintai Rakyat
Aksi inspiratif ini juga mendapat sorotan khusus dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Anggota Kompolnas, Mohammad Choirul Anam (Cak Anam), menyatakan rasa kagumnya dan meminta agar paradigma penilaian polisi berprestasi tidak hanya fokus pada pengungkapan kasus kejahatan, melainkan juga pada kerja-kerja kemanusiaan yang menjaga ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) seperti yang dilakukan Ipda Endar dan Brigpol Febri.
“Perilaku seperti ini harus menjadi sesuatu genre dalam paradigma kepolisian yang baru, yang berparadigma civilian police, meletakkan kerja-kerja Kepolisian itu sebagai kerja-kerja pelayanan yang bersifat humanis dan profesional. Aksi mereka harus menjadi spirit dan role model,” kata Cak Anam.
Dedikasi nyata tanpa pamrih seperti inilah yang membuat citra Polri terus meroket tajam di hati masyarakat. Berdasarkan survei Litbang Kompas pada April 2026, citra kelembagaan Polri sukses melonjak drastis hingga 71,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara tingkat kepercayaan publik juga meroket tajam menyentuh angka 82,4 persen.
Hal ini membuktikan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar seluruh jajaran bekerja lebih profesional, modern, dan dekat dengan masyarakat telah tertanam kuat di sanubari setiap prajurit Korps Bhayangkara. Terima kasih Ipda Endar dan Brigpol Febri, dedikasi ikhlasmu adalah bukti nyata bahwa Polri adalah pelindung hakiki bagi masyarakat Indonesia!
{RAMBE}