Logo
CRIME WATCH.ID

“Pahlawan di Halaman Pelabuhan: Polisi Samarinda Rela Jadi Guru Anak-Buruh Saat Waktu Luang”

577 views
Selasa, 11 November 2025 - 14:29 WIB Admin
“Pahlawan di Halaman Pelabuhan: Polisi Samarinda Rela Jadi Guru Anak-Buruh Saat Waktu Luang”

“Pahlawan di Halaman Pelabuhan: Polisi Samarinda Rela Jadi Guru Anak-Buruh Saat Waktu Luang”. (Foto: Admin)


AIPDA SOLIK {42},Anggota KP3 Pelabuhan Samarinda, Sekaligus Guru bagi anak anak buruh pelabuhan.


Samarinda — Di tengah kesibukan sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), seorang anggota di Samarinda memilih jalan lain: menjadi guru sukarela bagi anak-anak buruh pelabuhan. Kisah ketulusan ini mencuat sebagai bukti bahwa pelayanan publik tak selalu soal seragam dan jabat.

Di kawasan pelabuhan Samarinda, banyak anak pekerja bongkar muat yang tak selalu punya akses ke pendidikan yang layak. Melihat kondisi tersebut, seorang polisi anggota KP3 Pelabuhan Samarinda memutuskan menggunakan waktu luang selepas tugasnya untuk mendampingi anak-anak ini belajar. Kegiatan dilakukan di halaman pelabuhan setelah jam kerja dan akhir pekan.


Yang Dilakukan

  • Aipda SOLIK tersebut menyediakan papan tulis portabel dan buku bacaan untuk anak-anak buruh pelabuhan.
  • Materi yang diajarkan berkisar dari baca-tulis dasar hingga matematika sederhana dan nilai-nilai budi pekerti.
  • Semua dilakukan secara sukarela, tanpa imbalan, di halaman terbuka pelabuhan setelah para buruh menyelesaikan tugasnya.
  • Anak-anak terlihat antusias: beberapa datang membawa botol minuman sendiri supaya bisa belajar lebih lama.


Tujuan & Dampak

Menurut sang polisi, tujuan utamanya adalah “menyentuh sisi kemanusiaan dan memberikan harapan” agar anak-anak buruh yang bekerja keras melihat bahwa ada seseorang dari institusi negara yang peduli. Dampaknya mulai terasa: anak-anak jadi lebih rajin belajar, nilai sekolah mereka membaik, dan para orang tua buruh merasa terbantu karena anaknya punya “tempat belajar gratis”.


Perspektif Pengamat

Pengamat sosial dari universitas lokal menyebut bahwa kegiatan ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga soal kehadiran negara dalam ruang-ruang yang sering terabaikan. “Rasa aman, perhatian, dan akses pendidikan yang dibawa oleh figur aparat seperti ini penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi,” ujar pengamat tersebut.


{SVG}


BERITA TERKAIT