Logo
CRIME WATCH.ID

Tak Pandang Bulu! Kapolda Riau Pecat 12 Personel Sekaligus, Bukti Polri Bersih-Bersih dari Dalam.

1674 views
Kamis, 29 Januari 2026 - 16:44 WIB RAMBE
Tak Pandang Bulu! Kapolda Riau Pecat 12 Personel Sekaligus, Bukti Polri Bersih-Bersih dari Dalam.

Tak Pandang Bulu! Kapolda Riau Pecat 12 Personel Sekaligus, Bukti Polri Bersih-Bersih dari Dalam.. (Foto: RAMBE)



Langkah tegas kembali ditunjukkan Kepolisian Republik Indonesia. Sebanyak 12 personel Polri di wilayah Riau resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti melakukan pelanggaran berat. Keputusan ini menegaskan bahwa institusi Polri tidak mentolerir penyimpangan, apa pun pangkat dan jabatannya.

Penindakan keras tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga marwah institusi, menegakkan kode etik, serta menjawab tuntutan publik akan penegakan hukum yang bersih dan berintegritas.


Bukan Sekadar Sanksi, Ini Pesan Tegas ke Internal

Pemecatan tidak hormat bukanlah sanksi ringan. PTDH merupakan hukuman tertinggi dalam mekanisme etik Polri, yang hanya dijatuhkan kepada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran serius dan mencoreng nama baik institusi.

Langkah ini menjadi pesan keras bahwa seragam Polri bukan perisai kebal hukum. Siapa pun yang melanggar, akan diproses sesuai aturan tanpa kompromi. Pendekatan ini sekaligus membantah anggapan bahwa pelanggaran internal ditutup-tutupi.


Bersih-Bersih Internal Demi Kepercayaan Publik

Di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparat, kebijakan Kapolda Riau memecat 12 personel sekaligus menjadi bukti bahwa pengawasan internal Polri bekerja nyata, bukan sekadar formalitas.

Penegakan disiplin yang konsisten dinilai sebagai langkah strategis untuk:

  • Menjaga profesionalisme anggota,
  • Memperkuat budaya taat hukum,
  • Mengembalikan dan merawat kepercayaan masyarakat.

Polri menegaskan bahwa reformasi internal bukan slogan, melainkan proses nyata yang dijalankan melalui tindakan konkret, termasuk keputusan sulit seperti PTDH.


Polri Tegas pada Anggota, Humanis pada Masyarakat

Ketegasan terhadap pelanggaran internal justru menjadi fondasi penting bagi Polri untuk bersikap lebih humanis dan profesional kepada masyarakat. Dengan menyingkirkan oknum bermasalah, institusi memastikan bahwa anggota yang tersisa adalah mereka yang siap melayani dengan integritas.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat reformasi Polri yang menempatkan penegakan hukum, disiplin, dan transparansi sebagai pilar utama.


Penutup: Melanggar, Konsekuensinya Nyata

Pemecatan 12 personel di Riau menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota Polri di Indonesia: pelanggaran berat berujung akhir karier. Tidak ada ruang abu-abu, tidak ada perlindungan bagi oknum.

Bagi publik, keputusan ini adalah sinyal kuat bahwa Polri terus berbenah dan berani membersihkan diri dari dalam demi institusi yang lebih profesional, bersih, dan dipercaya.


{RAMBE}


BERITA TERKAIT