Logo
CRIME WATCH.ID

Wakapolri Desak Puslitbang Jadi “Otak Reformasi” Polri: Bukan Sekadar Riset, Tapi Mesin Perubahan!

718 views
Kamis, 13 November 2025 - 09:38 WIB redSVG
Wakapolri Desak Puslitbang Jadi “Otak Reformasi” Polri: Bukan Sekadar Riset, Tapi Mesin Perubahan!

Wakapolri Desak Puslitbang Jadi “Otak Reformasi” Polri: Bukan Sekadar Riset, Tapi Mesin Perubahan!. (Foto: redSVG)


Jakarta — Wakapolri menegaskan bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri harus menjadi motor utama reformasi berbasis riset di tubuh kepolisian. Pesan ini disampaikan sebagai dorongan agar transformasi Polri bukan hanya retorika, tetapi berjalan dengan pendekatan ilmiah, terukur, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Wakapolri menyoroti pentingnya riset mendalam, evaluasi kebijakan, hingga inovasi operasional berbasis data untuk menjawab berbagai tantangan keamanan publik. Menurutnya, era sekarang menuntut Polri bergerak dengan akurasi, transparansi, dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

"Puslitbang harus menjadi pusat gravitasi reformasi Polri. Semua kebijakan, strategi, dan inovasi harus bertumpu pada hasil penelitian yang objektif dan dapat diuji," tegas Wakapolri dalam kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, Polri membutuhkan rekomendasi riset yang tajam untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus memetakan ancaman keamanan yang makin kompleks.


Dorongan Perubahan Serius di Internal Polri

Wakapolri meminta agar Puslitbang:

  • Menghasilkan kajian prioritas untuk mendukung roadmap reformasi kepolisian,
  • Memperkuat metodologi penelitian agar sesuai standar internasional,
  • Mendorong inovasi teknologi kepolisian yang relevan dengan kebutuhan lapangan,
  • Menjadi mitra strategis seluruh satuan kerja dalam evaluasi kebijakan.


Reformasi Polri Harus Berbasis Bukti

Dengan tuntutan publik yang semakin tinggi, Polri dituntut berubah lebih cepat. Karena itu, riset bukan lagi formalitas: riset harus menjadi roda penggerak perubahan nyata, mulai dari pelayanan polisi, penggunaan teknologi, hingga strategi penegakan hukum yang lebih humanis dan profesional.

Wakapolri menutup dengan menegaskan bahwa reformasi Polri tidak boleh lepas dari sains, riset, dan data. Puslitbang diminta berada di garis depan untuk memastikan setiap kebijakan Polri lebih presisi, efektif, dan berdampak langsung pada rasa aman masyarakat.


{SVG}



BERITA TERKAIT