Coba Melawan dan Kabur, Polisi Tembak Kaki Begal Bersajam di Muba . Modus : Menyamar Minta Tumpangan!
Coba Melawan dan Kabur, Polisi Tembak Kaki Begal Bersajam di Muba . Modus : Menyamar Minta Tumpangan!. (Foto: {RAMBE})
Gambar Ilustrasi
Dor! Detik-Detik Begal Sadis Muba Roboh Diterjang Timah Panas Polsek Babat Supat.
BEGAL DITANGKAP POLISI -- Jefri Agung Irawan, begal bersenpi
yang diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Babat Supat, Jumat (12/6/2026).
Tersangka terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap.
TINDAKAN TEGAS TERUKUR!
MUSI BANYUASIN – Ketegasan tanpa kompromi dalam memberantas kejahatan jalanan kembali dibuktikan oleh jajaran Polres Musi Banyuasin (Muba). Unit Reskrim Polsek Babat Supat sukses menggulung Jefri Agung Irawan, salah satu gembong begal sadis bersenjata tajam yang kerap meresahkan pengendara di wilayah Desa Supat Timur, Kecamatan Babat Supat, Muba, Sumatera Selatan.
Langkah taktis dan respons cepat aparat kepolisian ini menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga keamanan wilayah. Pelaku yang mencoba memanfaatkan kebaikan korbannya dengan modus meminta tumpangan ini terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kakinya karena nekat melawan petugas saat proses pengembangan kasus.
Kronologi Modus Licik Begal: Pura-Pura Minta Tolong Lalu Todongkan Pisau
Aksi pembegalan bermula pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 17.25 WIB di kawasan Simpang Village XVI, Dusun VIII, Desa Supat Timur. Saat itu, korban bernama Randika Saputra sedang mengendarai sepeda motor sport jenis Yamaha R15 kesayangannya.
Di tengah perjalanan yang sepi, korban mendadak dihentikan oleh dua orang pria tak dikenal yang berpura-pura meminta tumpangan jalan. Merasa curiga, korban langsung menolak permintaan tersebut.
Modus dan Rangkaian Peristiwa Kejahatan Pelaku:
1. Modus Operandi : Menepikan korban di jalan sepi dengan pura-pura meminta tumpangan.
2. Eksekusi Sadis : Menodongkan senjata tajam jenis pisau ke dada korban setelah ditolak.
3. Kerugian Korban : Sepeda motor Yamaha R15 senilai Rp25 juta dibawa kabur pelaku.
4. Tindakan Polri : Menyelidiki intensif hingga melacak persembunyian pelaku di luar kabupaten.
Tak disangka, penolakan korban langsung direspons beringas. Salah satu pelaku langsung mencabut senjata tajam jenis pisau dan menodongkannya tepat ke arah dada korban. Di bawah ancaman pembunuhan, korban terpaksa merelakan motor senilai Rp25 juta miliknya digondol para pelaku, sebelum akhirnya langsung melapor ke Polsek Babat Supat.
Penyergapan Lintas Kabupaten dan Tindakan Tegas Terukur Petugas
Menerima laporan darurat dari masyarakat, Unit Reskrim Polsek Babat Supat bergerak cepat melakukan penyelidikan investigatif yang mendalam. Hasilnya, polisi berhasil melacak keberadaan tersangka Jefri Agung Irawan yang rupanya telah kabur dan bersembunyi di kawasan Perumahan Kenten Azhar, Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.
Dipimpin langsung oleh jajaran Polsek, penyergapan dilakukan secara senyap pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku berhasil diringkus bersama barang bukti motor Yamaha R15 milik korban yang belum sempat dijual.
"Tersangka berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Babat Supat bersama barang bukti sepeda motor milik korban. Namun, saat dibawa oleh petugas untuk melakukan pengembangan mencari keberadaan pelaku lain, tersangka malah berusaha melawan dan mencoba melarikan diri," ungkap Kapolsek Babat Supat Iptu Agum Marenra melalui Kasi Humas Polres Muba, AKP S. Hutahaean, Minggu (21/6/2026).
Melihat gelagat berbahaya dari pelaku yang mengabaikan keselamatan petugas, polisi langsung melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara. Karena tetap nekat kabur, petugas mengambil tindakan tegas, tepat, dan terukur.
"Tembakan peringatan tidak diindahkan. Karena tersangka tetap berupaya kabur dan membahayakan proses penangkapan, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki tersangka," jelas AKP S. Hutahaean secara tegas.
Satu Pelaku Buron: Target Operasi Kejar Sampai Dapat!
Usai dilumpuhkan, Jefri Agung Irawan kini langsung dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Babat Supat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi kini mengalihkan fokus penuh untuk memburu satu rekan pelaku berinisial Nangkoho yang identitasnya sudah dikantongi penuh.
Polres Muba menegaskan tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan jalanan di wilayah hukum mereka. Tim Opsnal dipastikan akan terus mengejar Nangkoho hingga ke lubang semut guna menegakkan hukum seadil-adilnya bagi masyarakat.
{RAMBE}