FBI Takjub! Puji Polri Setinggi Langit Usai Ringkus Pembuat Script Hacker asal Indonesia.
FBI Takjub! Puji Polri Setinggi Langit Usai Ringkus Pembuat Script Hacker asal Indonesia.. (Foto: {RAMBE})
FBI Law Enforcement Attaché for Indonesia and Timor Leste Robert F. Lafferty (tengah) dalam konferensi pers
di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
FBI Turun Gunung! Puji Polri Habis-habisan Usai Bongkar Sindikat Phishing Dunia: "Tak Ada Lagi Tempat Sembunyi Bagi Penjahat Siber!"
JAKARTA – Kolaborasi maut antara Mabes Polri dan biro investigasi paling tersohor di dunia, FBI, sukses menghancurkan ilusi keamanan para kriminal ruang digital. FBI secara resmi menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Polri atas keberhasilan membongkar jaringan penjualan phishing tools lintas negara yang diotaki pasangan kekasih asal Indonesia.
Operasi ini menjadi bukti bahwa jarak dan kerumitan dunia maya bukan lagi penghalang bagi hukum untuk bertindak secara global.
Pernyataan FBI: "Kerja Sama Tim yang Luar Biasa"
Atase Hukum FBI untuk Indonesia dan Timor Leste, Robert F. Lafferty, menegaskan bahwa pengungkapan ini adalah kemenangan besar bagi keamanan siber internasional. Ia menyoroti sinergi antara FBI, Dittipidsiber Bareskrim Polri, dan Polda NTT sebagai langkah strategis untuk memburu pelaku di lubang persembunyian terdalam sekalipun.
"Operasi ini menunjukkan kerja sama tim yang luar biasa antara Amerika Serikat dan Indonesia yang secara khusus menargetkan pengembang perangkat phishing tersebut. Para penjahat siber mengandalkan ilusi jarak dan keamanan dunia maya, namun kemitraan kami dengan Polri telah menghancurkan ilusi tersebut," tegas Robert F. Lafferty di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (22/4/2026).
Bongkar Peran Pasangan 'Bonnie & Clyde' Digital
Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, mengonfirmasi penetapan dua tersangka utama, yakni GWL dan kekasihnya FYT. GWL diidentifikasi sebagai aktor intelektual di balik pembuatan alat peretas canggih tersebut.
- Tersangka GWL (Otak Produksi): "Latar belakang tersangka adalah lulusan SMK multimedia dan mendapatkan keahlian membuat script secara autodidak. Ia memproduksi, menjual, dan mengembangkan phishing tools secara mandiri sejak 2018," jelas Brigjen Himawan.
- Tersangka FYT (Bendahara Kripto): Kekasih GWL sejak 2016 ini berperan mengelola keuangan hasil kejahatan. "Tersangka FYT menyediakan penampungan dan pengelolaan dana hasil penjualan melalui dompet kripto (crypto wallet)," tambahnya.
Fakta Mengerikan: Tembus Keamanan Berlapis (MFA)
Hasil penyidikan mengungkap betapa berbahayanya alat buatan GWL. Sebanyak 17.000 korban dipastikan mengalami peretasan akun secara total. Bahkan, alat ini terbukti mampu melompati fitur keamanan paling ketat sekalipun.
"Ditemukan keberhasilan script phishing tools ini dalam melewati mekanisme pengamanan berlapis atau Multi-Factor Authentication (MFA)," ungkap Himawan.
Daftar Korban dan Kerugian Fantastis Rp350 Miliar
Berdasarkan analisis data dari periode Januari 2023 hingga April 2024, skala kehancuran yang ditimbulkan mencapai tingkat global:
- Total Korban: Teridentifikasi sekitar 34.000 korban.
- Sebaran Lokasi: 53 persen korban berasal dari Amerika Serikat, 47 persen lainnya tersebar di berbagai negara, termasuk 9 perusahaan besar di Indonesia.
- Total Kerugian: Diperkirakan mencapai 20 juta dolar AS atau sekitar Rp350 miliar.
- Jejak Pembeli: Ditemukan 2.440 pembeli alat peretas ini yang tersebar di berbagai negara melalui server di Dubai dan Moldova.
"Seluruh transaksi telah dikonfirmasi menggunakan aset kripto yang tercatat dalam riwayat pembelian," pungkas Brigjen Himawan, menutup pernyataan mengenai transparansi aliran dana gelap tersebut.
{RAMBE}