Logo
CRIME WATCH.ID

Gugur Sebagai Pahlawan! Aipda Yudhie Tewas Dikepung Massa Pakai Senpi Rakitan Saat Sikat Bandar Sabu Kalteng!

4028 views
Jumat, 03 Juli 2026 - 13:09 WIB {RAMBE}
Gugur Sebagai Pahlawan! Aipda Yudhie Tewas Dikepung Massa Pakai Senpi Rakitan Saat Sikat Bandar Sabu Kalteng!

Gugur Sebagai Pahlawan! Aipda Yudhie Tewas Dikepung Massa Pakai Senpi Rakitan Saat Sikat Bandar Sabu Kalteng!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


DARAH SYAHID DI TUMBANG KALTENG: Detik-Detik Mencekam Aipda Yudhie Gugur Diberondong dan Dikeroyok Massa Bandar Narkoba!


KATINGAN — Sebuah tragedi memilukan sekaligus membakar amarah pecah di bumi Kalimantan Tengah. Seorang bhayangkara sejati, Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, gugur dalam tugas mulia demi menyelamatkan generasi bangsa dari cengkeraman narkotika. Almarhum tewas mengenaskan setelah diserang secara brutal oleh bandar narkoba dan massa yang terprovokasi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Operasi senyap yang berujung pertumpahan darah ini terjadi sejak Rabu, 1 Juli 2026 malam, hingga Kamis dini hari. Kematian Aipda Yudhie memicu duka mendalam sekaligus kecaman keras dari Mabes Polri atas tindakan keji para pelaku.


Kronologi Penggerebekan: Target Residivis Kakap Berinisial BIO

Tragedi ini bermula dari komitmen tak kenal lelah Polres Katingan dalam merespons jeritan masyarakat yang resah akan masifnya peredaran sabu di wilayah Desa Tumbang Kalemei. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, target operasi langsung mengarah pada seorang gembong narkoba berinisial BIO, yang rekam jejaknya merupakan residivis kambuhan kasus narkotika.

Bergerak taktis, sebanyak 12 personel Satresnarkoba diterjunkan ke lokasi yang terkenal rawan tersebut. Setibanya di titik koordinat, tim dibagi menjadi dua sayap:

  • Tim Pertama: Melakukan penindakan utama dan penggerebekan langsung di dalam rumah target (BIO).
  • Tim Kedua: Bersiaga penuh di radius luar sebagai unsur pendukung dan pengamanan jalur evakuasi.


Situasi Memanas: Perlawanan Parang dan Berondongan Senjata Api Rakitan!

Awalnya, penangkapan berjalan sukses. Target utama, BIO, berhasil diringkus dan diborgol oleh petugas. Namun, ketenangan itu mendadak sirna menjadi mimpi buruk. Beberapa orang di dalam rumah beserta sekelompok warga sekitar yang diduga telah terkontaminasi jaringan bandar, melakukan perlawanan membabi buta menggunakan senjata tajam jenis parang.

Situasi kian mencekam ketika jumlah massa terus berlipat ganda dalam hitungan menit. Tak hanya parang, komplotan kriminal ini mulai memberondong polisi menggunakan senjata api rakitan.

Melihat situasi yang sudah tidak kondusif dan kalah jumlah, personel Polri di lapangan berusaha menyelamatkan diri sembari meminta bantuan darurat (penebalan personel). Dalam kondisi terdesak di bawah hujan peluru dan sabetan parang, sejumlah anggota terpaksa melompat dan berenang menyeberangi sungai serta merayap di dalam kegelapan hutan belantara demi mempertahankan nyawa.

Naas, dalam kekacauan tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra terkepung. Ia ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka-luka mengerikan akibat sabetan senjata tajam.


Mabes Polri Berduka: "Keselamatan Anggota Prioritas, Koruptor & Bandar Kita Sikat!"

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya sang pahlawan antinarkoba. Polri menegaskan tidak akan mundur selangkah pun melawan jaringan narkoba meski harus dibayar dengan nyawa.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Brigjen Pol Eko Hadi Santoso.

Jenderal bintang satu ini juga menegaskan bahwa Polri akan mengevaluasi total sistem pengamanan operasi taktis di lapangan agar tragedi serupa tidak terulang. Pemetaan potensi ancaman dan penebalan kekuatan perlengkapan akan ditingkatkan demi melindungi nyawa para personel di garis depan.

"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi hingga kekuatan personel. Keselamatan anggota adalah prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika," pungkasnya.

Kini, Polri tengah melakukan pengejaran besar-besaran terhadap para pelaku penyerangan. Negara tidak boleh kalah oleh bandar narkoba, dan darah Aipda Yudhie tidak akan tumpah sia-sia!


{RAMBE}



BERITA TERKAIT