GURITA NARKOBA B FASHION HOTEL! Bareskrim Seret Oknum Polisi Tersangka Terselubung, Nilai Transaksi Tembus Ratusan Miliar Rupiah!
GURITA NARKOBA B FASHION HOTEL! Bareskrim Seret Oknum Polisi Tersangka Terselubung, Nilai Transaksi Tembus Ratusan Miliar Rupiah!. (Foto: {RAMBE})
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.
SKANDAL 12 TAHUN ?
JAKARTA – Komitmen tegas tanpa pandang bulu kembali dibuktikan oleh Korps Bhayangkara dalam memberantas jaringan barang haram di tanah air. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Dittipidnarkoba Bareskrim) Polri secara blak-blakan membongkar keterlibatan oknum anggotanya sendiri dalam pusaran kasus dugaan peredaran narkoba kelas kakap di B Fashion Hotel, Jakarta Barat.
Langkah berani ini menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh melakukan pembersihan internal secara radikal demi menjaga marwah institusi dan menyelamatkan generasi muda bangsa.
Oknum Polisi 'AFH' Resmi Tersangka: Disikat Etik dan Pidana Sekaligus!
Keterlibatan aparat dalam jaringan ini terkuak setelah tim elite Bareskrim Polri melakukan penggerebekan intensif di hotel tersebut. Petugas meringkus seorang oknum anggota polisi berinisial AFH yang saat itu bertindak sebagai pengunjung hotel.
Tanpa menunda waktu, penyidik langsung menetapkan AFH sebagai tersangka. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa institusinya tidak akan pernah memberikan ruang perlindungan bagi anggota yang berkhianat pada hukum.
"Iya, oknum Polri. Kami tidak tutupi oknum. Saat ini anggota polisi tersebut sudah ditindak secara etik dan pidana," tegas Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso di hadapan awak media di Jakarta.
Kongkalikong Busuk Karyawan: Peredaran Terselubung Ekstasi dan Vape Bius 'Etomidate'
Penyelidikan mendalam Bareskrim Polri mengungkap fakta mengejutkan mengenai modus operandi peredaran di tempat hiburan tersebut. Bisnis haram ini diduga dijalankan secara diam-diam oleh beberapa oknum karyawan dan pengunjung yang sengaja menyediakan narkotika di luar sepengetahuan manajemen resmi.
Mirisnya, benteng pertahanan operasional hotel dipastikan jebol. Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif terhadap pihak manajemen B Fashion Hotel dan The Seven Spa, terkuak fakta bahwa orang-orang di dalam struktur operasional tempat usaha sebenarnya sudah mengetahui adanya aktivitas penggunaan narkoba tersebut namun memilih tutup mata.
Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka, di mana enam orang di antaranya merupakan pengunjung hotel. Selain itu, buruan polisi kian melebar dengan ditetapkannya tiga orang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang kini tengah diburu keberadaannya.
Angka Fantastis Nyaris Rp1 Triliun: Gurita Bisnis Selama 12 Tahun Beroperasi
Daya hancur peredaran narkoba di B Fashion Hotel dinilai sangat masif. Berdasarkan kalkulasi matematis tim penyidik, hotel ini diduga telah menjadi sarang peredaran narkoba selama 12 tahun masa operasinya dengan estimasi angka yang bikin geleng-geleng kepala:
- Perputaran Ekstasi: Diperkirakan mencapai 328.500 hingga 657.000 butir dengan nilai perputaran uang haram menembus Rp328 miliar hingga Rp675 miliar.
- Perputaran Vape Etomidate (Vape Bius): Diperkirakan berkisar antara 21.900 sampai 54.750 buah dengan nilai ekonomi mencapai Rp65 miliar hingga Rp164 miliar.
- Dampak Kerusakan Jiwa: Konversi korban jiwa yang diduga kuat telah mengonsumsi racun narkoba di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 339.450 sampai 684.375 jiwa.
Ratusan Jiwa Diselamatkan, Barang Bukti Disita!
Dalam operasi penindakan kilat tersebut, Bareskrim Polri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti siap edar berupa 16 butir ekstasi serta 111 buah vape etomidate. Melalui keberhasilan pengungkapan ini, Polri mengklaim sedikitnya 127 jiwa generasi muda berhasil diselamatkan dari jerat ketergantungan narkoba.
Proses hukum kini terus dipacu secara simultan, dan Bareskrim Polri berjanji akan mengusut tuntas hingga ke akar-akar jaringan penyuplai utama yang menyokong bisnis haram di hotel tersebut.
{RAMBE}