Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho Perintahkan Polantas Jadi "Pahlawan Keselamatan": Fokus Layani Masyarakat dan Tekan Lakalantas!
Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho Perintahkan Polantas Jadi "Pahlawan Keselamatan": Fokus Layani Masyarakat dan Tekan Lakalantas!. (Foto: {RAMBE})
Gambar Ilustrasi
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
SELAMATKAN NYAWA DI JALAN RAYA!
JAKARTA – Komitmen tinggi dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia terus digaungkan oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dengan tegas menginstruksikan kepada seluruh jajaran anggota polisi lalu lintas (polantas) di tanah air untuk mengedepankan dedikasi tinggi dengan menjadi “pahlawan keselamatan” bagi masyarakat.
Melalui kehadiran aktif personel di lapangan, Korps Bhayangkara berkomitmen penuh untuk mengawal keselamatan jalan raya dan menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas secara masif dan berkelanjutan.
Keselamatan Nyawa Prioritas Utama, Pelayanan Satpas dan SAMSAT Adalah Bonus!
Arahan strategis dan fundamental ini disampaikan langsung oleh Kakorlantas Polri dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Irjen Pol. Agus Suryonugroho menekankan reposisi orientasi tugas polantas agar tidak sekadar berfokus pada urusan administratif, melainkan terjun langsung menjaga nyawa pengguna jalan.
“Saya katakan bahwa Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM), SAMSAT, itu hanya bonus, tetapi rekan-rekan (polantas) harus menjadi pahlawan-pahlawan keselamatan,” tegas Irjen Pol. Agus Suryonugroho secara berwibawa.
Jenderal polisi bintang dua tersebut membeberkan data krusial bahwa sepanjang tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas nasional berada di level yang mengkhawatirkan, yakni mencapai sekitar 158 ribu peristiwa lakalantas dengan korban meninggal dunia menembus hampir 24 ribu jiwa. Kendati grafik fatalitas menunjukkan tren menurun pada tahun 2026, Kakorlantas mengingatkan jajarannya agar sama sekali tidak mengendurkan pengawasan.
“Apa pun yang Anda (polantas) lakukan, kegiatan apa pun, kalau lakalantasnya tinggi, poinnya tidak ada. Yang paling penting adalah nyawa yang harus kita selamatkan. Peristiwa kecelakaan harus kita kurangi,” ucap Irjen Pol. Agus Suryonugroho penuh instruktif.
Tepis Alasan Klasik, Pengelolaan Lalu Lintas Wajib Lewat Edukasi Serius
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas Polri menepis anggapan klasik sebagian pihak yang menyebutkan bahwa kenaikan angka kecelakaan semata-mata dipicu oleh faktor bertambahnya volume kendaraan bermotor atau pertumbuhan jumlah penduduk. Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas adalah instrumen yang wajib dikelola secara profesional melalui kombinasi langkah preventif (pencegahan) dan edukatif yang kokoh.
Langkah serius Polri ini juga menjadi bagian dari kontribusi internasional Indonesia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diketahui telah mematok target global untuk menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas hingga mencapai 50 persen. Target mendunia ini, menurut Agus, wajib dijawab secara nyata oleh seluruh komponen bangsa, dengan Polri sebagai motor penggerak utamanya.
Implementasi Program "Polantas Menyapa dan Melayani" yang Humanis
Sebagai bentuk pengejawantahan konkret di medan tugas, Korps Lalu Lintas Polri kini gencar mengoperasikan program bertajuk “Polantas Menyapa dan Melayani”. Program solutif ini digulirkan berdasarkan arahan langsung dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo guna membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik terhadap jajaran kepolisian.
Aparat kepolisian di lapangan diarahkan untuk menerapkan pendekatan yang humanis dan bersahabat kepada para pengguna jalan, terkhusus bagi para pengendara roda dua yang secara statistik menjadi kelompok paling rentan dan mendominasi korban kecelakaan.
“Peristiwa kecelakaan paling banyak adalah roda dua. Anatominya sudah jelas: usia muda dan pelajar. Ini yang harus kita kelola,” pungkas Kakorlantas Polri menjelaskan strategi pemetaan potensi kerawanan di jalan raya.
{RAMBE}