Logo
CRIME WATCH.ID

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho Gaspol Transformasi Logistik: Target Bersih ODOL di Tahun 2027!

10457 views
Kamis, 21 Mei 2026 - 10:50 WIB {redSVG}
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho Gaspol Transformasi Logistik: Target Bersih ODOL di Tahun 2027!

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho Gaspol Transformasi Logistik: Target Bersih ODOL di Tahun 2027!. (Foto: {redSVG})

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

TEKAN ANGKA KEMATIAN JALAN RAYA!

JAKARTA – Sebuah langkah revolusioner dan humanis demi menyelamatkan puluhan ribu nyawa di jalan raya kembali digaungkan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan komitmen penuh institusinya dalam menuntaskan sengkarut kendaraan Over Dimension dan Overload (ODOL) yang selama ini menjadi momok menakutkan di jalur logistik nasional.

Melalui strategi blueprint terintegrasi dari hulu ke hilir, Korlantas Polri membidik target ambisius terwujudnya Indonesia bebas ODOL (Zero Over Dimension and Overload) demi menciptakan ekosistem transformasi logistik yang aman, berkeselamatan, dan ramah investasi.


Bukan Sekadar Tilang: Polri Kedepankan Pendekatan Ekonomi dan Fiskal

Langkah cerdas ditunjukkan oleh Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam menangani masalah akut armada angkutan barang ini. Jenderal Bintang Dua tersebut menilai bahwa penanganan ODOL tidak bisa diselesaikan hanya dengan cara konvensional berupa operasi penegakan hukum atau penilangan massal di jembatan timbang.

Polri secara bijak melihat ada roda ekonomi dan hajat hidup orang banyak yang harus dijaga agar dunia usaha tetap bertumbuh secara sehat.

“Kami tidak mengedepankan penegakan hukum, karena berkaitan dengan Over Dimension dan Overload adalah bukan hanya aspek penegakan hukum. Di sana ada aspek ekonomi, ada fiskal, ada transformasi yang berkeselamatan dan lain sebagainya,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. pada Rabu (20/5).

Oleh karena itu, Korlantas Polri memilih jalan kolaborasi makro dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) serta kementerian terkait, guna merumuskan solusi jangka panjang yang saling menguntungkan.


Fakta Mengerikan Jalan Raya: 25.000 Nyawa Melayang Sepanjang 2025!

Ketegasan Korlantas Polri dalam mempercepat realisasi transformasi logistik berkeselamatan ini dipicu oleh data fatalitas kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang masih berada dalam zona merah. Truk-truk obesitas yang melebihi kapasitas muatan dan ukuran dinilai menjadi salah satu pemicu utama kerusakan jalan dan tabrakan maut di jalur-jalur tengkorak nasional.

Kakorlantas Polri secara blak-blakan membuka data statistik kecelakaan yang sangat mencengangkan sepanjang tahun lalu sebagai alarm keras bagi seluruh pelaku industri logistik.

“Ini lebih penting, karena saya ingat bahwa tahun 2025, peristiwa kecelakaan itu hampir 152.000 peristiwa. Termasuk juga korban fatalitas, korban meninggal dunia hampir sekitar 25.000,” tutur Irjen Pol. Agus Suryonugroho dengan nada prihatin.

Melihat tingginya angka kehilangan nyawa tersebut, Korlantas Polri menegaskan bahwa pembiaran terhadap truk ODOL harus segera diakhiri melalui aksi nyata bersama di lapangan.


Kolaborasi Hulu-Hilir: Integrasi Data dan Penegakan Hukum Terukur

Menuju target Zero ODOL, Korlantas Polri kini tengah mematangkan rangkaian program kerja strategis yang meliputi penguatan edukasi kepada para pemilik barang (owner) dan pengusaha angkutan, integrasi sistem data kendaraan secara digital, hingga penegakan hukum yang presisi dan terukur di titik-titik krusial.

“Mari kita sama-sama merumuskan menuju Indonesia bebas dari Over Dimension dan Overload yang blueprint-nya sedang berjalan baik dari hilir sampai hulu, dan kami pada prinsipnya akan siap melakukan penegakan hukum. Rangkaian-rangkaian kegiatan integrasi data, upaya-upaya dari Kementerian dan edukasi sudah dilakukan,” pungkas Kakorlantas Polri.

Langkah taktis Korlantas Polri ini mendapat apresiasi luas karena tidak hanya fokus melindungi infrastruktur jalan raya dari kerusakan, melainkan benar-benar menempatkan keselamatan nyawa masyarakat Indonesia sebagai hukum tertinggi di jalanan.


{redSVG}



BERITA TERKAIT