Kakorlantas Resmi Buka Uji Sertifikasi Dakgar: Perintahkan Penegakan Hukum Lebih Humanis, Tidak Kaku & Tidak Arogan
Kakorlantas Resmi Buka Uji Sertifikasi Dakgar: Perintahkan Penegakan Hukum Lebih Humanis, Tidak Kaku & Tidak Arogan. (Foto: Rambe)
JAKARTA, 12 Desember 2025 — Korlantas Polri resmi membuka Uji Sertifikasi Petugas Penindak Pelanggaran Lalu Lintas (Dakgar Lantas) sebagai langkah besar meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme polisi di lapangan. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan standar baru agar setiap penegakan hukum dilakukan lebih humanis, edukatif, dan akuntabel.
Uji kompetensi ini diikuti ratusan personel dari berbagai wilayah Indonesia dan menjadi bagian dari upaya Polri untuk menyesuaikan pola penindakan lalu lintas dengan tuntutan masyarakat yang menginginkan polisi yang lebih ramah, komunikatif, dan tidak lagi dinilai represif.
Penegakan Hukum Humanis Jadi Mandat Utama
Menegaskan bahwa ke depan, setiap petugas Dakgar harus memahami bahwa pendekatan humanis adalah inti dari pelayanan publik modern.
“Penegakan hukum harus tegas, tetapi tetap humanis. Tidak boleh arogan, tidak boleh emosional. Polisi lalu lintas harus jadi contoh kedisiplinan dan pelayanan yang baik,” tegas Kakorlantas.
Instruksi ini sekaligus menjawab keluhan publik terkait gaya interaksi petugas yang kadang dianggap kaku. Dengan adanya sertifikasi ini, personel diharapkan memiliki kompetensi:
- Komunikasi persuasif
- Pemahaman regulasi terbaru lalu lintas
- Penggunaan perangkat tilang elektronik dan manual dengan benar
- Teknik pemeriksaan kendaraan yang sesuai SOP
- Sikap profesional saat menghadapi pelanggar
Sertifikasi Dakgar Jadi Syarat Penting Petugas Lalu Lintas
Program sertifikasi ini menekankan kemampuan teknis dan etika pelayanan. Setiap peserta diuji melalui:
- Simulasi penindakan pelanggaran
- Penilaian etika dan kepemimpinan
- Penguasaan aturan UU Lalu Lintas
- Penerapan konsep safety riding
- Prosedur pelaksanaan tilang sesuai standar
Korlantas menilai bahwa ke depan seluruh personel yang bertugas melakukan tindakan penegakan hukum di jalan raya wajib memiliki sertifikasi, sehingga tidak ada lagi petugas yang bekerja tanpa landasan kompetensi resmi.
Respons Publik: Diharapkan Jadi Era Baru Lalu Lintas yang Lebih Tertib & Bersahabat
Program ini mendapat sorotan positif karena menyentuh persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat: interaksi langsung antara polisi dan pengendara.
Dengan pendekatan humanis yang ditekankan Kakorlantas, sertifikasi ini digadang menjadi titik balik penegakan hukum lalu lintas yang:
- Lebih transparan
- Tidak intimidatif
- Menekankan edukasi
- Mengurangi potensi gesekan antara petugas dan masyarakat
Polri Dorong Inovasi & Profesionalisme Lantas di Seluruh Indonesia
Kakorlantas memastikan program sertifikasi akan berjalan secara berkala dan terstandar nasional. Langkah ini sejalan dengan transformasi Polri menuju pelayanan yang modern dan lebih dipercaya publik.
“Masyarakat harus merasakan perubahan. Petugas Lantas harus memberi kenyamanan, bukan ketakutan,” tegasnya..
Dengan peningkatan kompetensi ini, Polri berharap angka pelanggaran lalu lintas menurun, kecelakaan dapat ditekan, dan budaya tertib berlalu lintas semakin kuat.
Transformasi Lantas Dimulai dari Lapangan
Uji sertifikasi Dakgar Lantas menandai upaya serius Polri membangun penegakan hukum yang humanis dan profesional. Dengan standar kompetensi yang lebih tinggi, kualitas pelayanan di jalan raya diharapkan meningkat signifikan.
Program ini sekaligus menjadi simbol pergeseran paradigma: dari pendekatan hukuman semata menuju pelayanan publik yang beradab, edukatif, dan tegas tanpa kekerasan.
{RAMBE}