Logo
CRIME WATCH.ID

Kapolda Sumsel Genderang Perang Tabuh Operasi Senpi Musi 2026: Sikat Habis Senjata Api Ilegal Demi Bumi Sriwijaya Aman!

3834 views
Kamis, 11 Juni 2026 - 11:38 WIB {RAMBE}
Kapolda Sumsel Genderang Perang Tabuh Operasi Senpi Musi 2026: Sikat Habis Senjata Api Ilegal Demi Bumi Sriwijaya Aman!

Kapolda Sumsel Genderang Perang Tabuh Operasi Senpi Musi 2026: Sikat Habis Senjata Api Ilegal Demi Bumi Sriwijaya Aman!. (Foto: {RAMBE})

Gambar ilustrasi


Peta Kerawanan Tinggi! Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho Perintahkan Buru Pembuat Senpi Rakitan. 

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026


SAY NO TO SENPI RAKITAN!

PALEMBANG – Langkah super tegas dan tanpa kompromi dalam menyapu bersih peredaran senjata api (senpi) rakitan serta ilegal di wilayah hukum Sumatra Selatan resmi dimulai. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel), Irjen Pol. Sandi Nugroho, secara resmi membuka Latihan Pra-Operasi (Praops) Senpi Musi Tahun 2026 yang berlangsung di Markas Polda Sumsel pada Kamis (11/6/2026).

Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk pematangan kesiapan berkadar tinggi bagi seluruh personel Polda Sumsel dan jajaran Polres. Fokus utamanya sangat jelas: mendeteksi, memburu, dan melenyapkan segala bentuk kepemilikan senjata api ilegal yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi stabilitas kamtibmas di tanah Sumatera Selatan.


Ancaman Nyata di Masyarakat: Ratusan Senpi Rakitan Berhasil Disita!

Hadir didampingi jajaran pejabat utama (PJU) pimpinan elit seperti Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, hingga Dansat Brimob dan para Kapolres jajaran, Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa keberadaan pucuk senpi ilegal di tangan sipil merupakan ancaman nyata yang berpotensi memicu konflik sosial, aksi premanisme, hingga tindak pidana pembunuhan berdarah.

Bukan sekadar gertakan sambal, data statistik kepolisian membuktikan ketajaman Polda Sumsel. Sepanjang tahun 2025 lalu, Korps Baju Cokelat di bawah komando Irjen Pol. Sandi sukses besar mengungkap 41 kasus kakap dan mengamankan total 302 senjata api rakitan (senpira) berbagai jenis dari tangan masyarakat.

"Di balik setiap senjata api ilegal yang beredar di masyarakat, mempunyai potensi yang cukup besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat. Penanggulangan senjata api ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tugas kita sebagai penjaga kehidupan, perawat peradaban, dan penjaga kemanusiaan," tegas Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho.


Strategi Intelijen: Peta Kerawanan Tinggi dan Operasi Senyap Tanpa Bocor!

Menyadari tingkat kerawanan penggunaan senpi ilegal di Sumsel yang cukup tinggi—berkaca dari beberapa peristiwa menonjol belakangan ini—Kapolda meminta jajarannya untuk memetakan Target Operasi (TO) secara presisi berdasarkan informasi intelijen yang cepat dan akurat.

Irjen Pol. Sandi memberikan instruksi super ketat kepada seluruh personel untuk menjaga marwah institusi dengan memegang teguh kerahasiaan operasi agar rencana penggerebekan tidak bocor ke telinga para komplotan pemilik senjata.

4 Pilar Kerja Personel Operasi Senpi Musi 2026:

1. Kerja Keras  : Penyisiran total ke sarang pembuatan senpira.

2. Kerja Cerdas : Pemetaan target berbasis info intelijen yang akurat.

3. Kerja Tuntas : Penindakan hukum hingga ke akar-akar jaringan pemasok.

4. Kerja Ikhlas : Memberikan jaminan rasa aman yang tulus bagi warga.


"Jaga integritas, hindari penyalahgunaan wewenang, dan jangan pernah memberikan informasi operasi kepada pihak luar yang tidak berkepentingan!" perintah jenderal bintang dua tersebut dengan nada tegas di hadapan peserta latihan.


Semangat "Nyago Bumi Sriwijaya": Negara Hadir Lindungi Warga

Melalui pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 yang digelar secara terstruktur dan berkelanjutan ini, Polda Sumsel ingin mengirimkan pesan kuat bahwa negara hadir sepenuhnya di tengah-tengah masyarakat. Operasi ini wajib dijalankan secara profesional, terukur, namun tetap humanis agar roda perekonomian, pembangunan, dan aktivitas sosial warga berjalan tanpa dihantui rasa takut.

Di akhir arahannya, Irjen Pol. Sandi membakar semangat anggotanya dengan jargon lokal yang penuh makna. Ia meminta seluruh jajaran menanamkan semangat "Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik"—sebuah komitmen sakral dari Polri untuk hadir secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab demi memastikan keamanan mutlak di seluruh jengkal tanah Provinsi Sumatera Selatan.


{RAMBE}


BERITA TERKAIT