Kompolnas Tegaskan Kemampuan Internal Polri Lebih dari Mumpuni Sikat Habis Begal Jalanan
Kompolnas Tegaskan Kemampuan Internal Polri Lebih dari Mumpuni Sikat Habis Begal Jalanan. (Foto: {RAMBE})
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam
BUKTI KETANGGUHAN KORPS BAJU COKLAT! : Punya Rekam Jejak Panjang dan Teknologi Canggih!
JAKARTA SELATAN – Kenyamanan dan keamanan ruang publik di seluruh penjuru Indonesia dipastikan akan tetap terjaga di bawah pengawalan profesional jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menanggapi dinamika eksternal terkait izin yang diberikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto kepada prajuritnya untuk membantu menangani aksi pembegalan, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) langsung pasang badan dan memberikan pernyataan objektif yang mencerahkan publik.
Kompolnas menilai, di era modern ini, Polri telah bertransformasi menjadi institusi yang sangat tangguh dan memiliki kemampuan internal yang luar biasa mumpuni untuk memberantas segala bentuk kejahatan jalanan secara mandiri, profesional, dan presisi.
Peralatan Canggih & SDM Unggul: Mengapa Polri Sangat Mumpuni?
Ketajaman lini operasional kepolisian saat ini dinilai sudah berada di level tertinggi berkat integrasi sumber daya manusia yang terlatih dan dukungan teknologi digital mutakhir. Hal tersebut dibeberkan secara gamblang oleh Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan.
Menurut Anam, publik tidak perlu meragukan taji reserse dan jajaran sabhara di lapangan. Infrastruktur pengamanan yang dimiliki Korps Bhayangkara saat ini sudah sangat mutakhir.
"Saya kira, dengan kemajuan masyarakat yang sekarang, dengan teknologi yang juga maju dan sebagainya, saya kira kepolisian mampu untuk memberantas kejahatan jalanan. Apalagi kepolisian sudah ditunjang secara personal, ditunjang oleh teknologi, dibekali oleh peralatan yang canggih," tegas Choirul Anam kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Mata Elang Digital: Integrasi CCTV Pendeteksi Wajah Milik Instansi Terkait
Lebih dalam, Anam mengupas tuntas bagaimana ekosistem keamanan kota (smart city) saat ini telah sepenuhnya mendukung pergerakan taktis kepolisian dalam melacak pelaku kejahatan. Sudut-sudut jalanan kini tidak lagi ramah bagi para pelaku begal karena pengawasan ketat yang berlapis.
Infrastruktur pendukung yang membuat ruang gerak begal terkunci rapat antara lain:
- Jaringan CCTV Massal: Pemantauan tidak hanya mengandalkan kamera milik warga, melainkan telah terintegrasi dengan CCTV canggih milik Pemerintah Provinsi (Pemprov).
- Teknologi AI Komdigi: Kolaborasi teknologi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memungkinkan kamera di lapangan memiliki kemampuan mendeteksi wajah (face recognition) pelaku kejahatan secara akurat.
- Akses Komunikasi Cepat: Masyarakat kini dibekali kemudahan luar biasa untuk berinteraksi dan mengirimkan sinyal darurat secara real-time kepada petugas.
Menolak Ragu: Rekam Jejak Sukses Polri Hadapi Begal Sudah Teruji Sejarah!
Kompolnas juga mengingatkan masyarakat agar tetap menaruh kepercayaan penuh dan rasa bangga pada kemampuan internal kepolisian. Sepanjang sejarah berdirinya negara, Polri telah mengantongi dokumen rekam jejak yang sangat panjang, sukses, dan berdarah-darah dalam menumpas komplotan begal bersenjata di berbagai wilayah nusantara.
"Rekam jejaknya cukup panjang ya, kepolisian menghadapi begal ini di seluruh wilayah Indonesia. Dan beberapa kasus-kasus gede berhasil. Dibantu dengan CCTV yang canggih, bisa deteksi wajah dan sebagainya, saya kira kepolisian harus yakin bahwa mereka mampu dan profesional seperti sebelum-sebelumnya," imbuh Choirul Anam memompa semangat percaya diri institusi Polri.
Guna mempercepat proses penyikatan premanisme jalanan ini, Kompolnas mengimbau agar masyarakat terus proaktif menjadi "mata dan telinga" kepolisian. Warga diharapkan tidak ragu untuk segera melaporkan informasi sekecil apa pun terkait indikasi tindakan kriminal melalui saluran komunikasi resmi, salah satunya melalui layanan hotline Call Center 110 yang terkoneksi langsung ke level kesatuan polisi paling bawah selama 24 jam penuh. Dukungan penuh dari rakyat adalah amunisi terkuat bagi Polri untuk terus mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan kondusif.
{RAMBE}