Logo
CRIME WATCH.ID

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026: Andalkan Kamera ETLE Pintar dan Tindakan Tegas Humanis Demi Selamatkan Nyawa di Jalan Raya!

5112 views
Jumat, 05 Juni 2026 - 13:10 WIB {RAMBE}
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026: Andalkan Kamera ETLE Pintar dan Tindakan Tegas Humanis Demi Selamatkan Nyawa di Jalan Raya!

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026: Andalkan Kamera ETLE Pintar dan Tindakan Tegas Humanis Demi Selamatkan Nyawa di Jalan Raya!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi

Jangan Nekat! Korlantas Polri Kerahkan ETLE Drone Incar Pengendara Lawan Arus di Operasi Patuh 2026!


Siasat Licik Tutup Pelat Nomor Pakai Stiker Tamat, Kamera ETLE Handheld Polisi Siap Jepret Pelanggar.


Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memberikan keterangan pers di kawasan Jakarta Timur


Catat Tanggalnya! Irjen Pol Agus Suryonugroho Pastikan Polantas Hadir 24 Jam di Jalur Rawan.


HANTAM MAFIA PELAT PALSU!

JAKARTA – Komitmen total dalam mewujudkan kedaulatan hukum dan keselamatan publik di jalan raya kembali ditunjukkan secara nyata oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Demi menekan angka pelanggaran serta meminimalisir fatalitas kecelakaan lalu lintas, Polri bersiap menggelar operasi kepolisian kewilayahan berskala besar dengan sandi "Operasi Patuh 2026".

Langkah taktis yang dipimpin langsung oleh jajaran Korlantas Polri ini mengedepankan pendekatan modern berbasis digital terintegrasi yang dikombinasikan dengan pelayanan masyarakat yang humanis. Kehadiran personel polantas di lapangan dipastikan menjadi representasi dari semangat Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang siap mengayomi dan melindungi seluruh pengguna jalan.


Operasi Berlangsung 14 Hari: Catat Tanggal Main dan Aturan Mainnya!

Guna menciptakan ekosistem lalu lintas yang tertib dan aman, Korlantas Polri menjadwalkan pelaksanaan Operasi Patuh 2026 ini akan berlangsung selama 14 hari penuh, tepatnya mulai tanggal 18 hingga 31 Juni mendatang. Selama masa operasi tersebut, Korlantas Polri menjamin bahwa seluruh personel kepolisian akan diterjunkan secara maksimal guna memberikan pengawasan ketat di berbagai jalur rawan.

"Tujuan kehadiran anggota polisi lalu lintas (polantas) dalam Operasi Patuh ini, bagaimana kita bisa mengurangi pelanggaran lalu lintas, termasuk juga kecelakaan, sehingga kami mengimbau agar pengguna jalan dan kita semuanya bisa tertib berlalu lintas," tegas Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, saat memberikan keterangan di Jakarta Timur.


Formulasi Penindakan Baru: 60% Teknologi ETLE, 10% Edukasi Humanis

Menjawab tantangan era digital, Operasi Patuh 2026 kali ini didominasi oleh penegakan hukum modern berbasis elektronik untuk meminimalisir interaksi langsung yang rentan pungli. Irjen Pol. Agus Suryonugroho merinci formulasi persentase penindakan yang akan diterapkan oleh petugas di lapangan:

  • 60 Persen Menggunakan ETLE: Penegakan hukum digital berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi ujung tombak utama.
  • 30 Persen Menggunakan Tilang Manual: Tetap dipertahankan secara selektif khusus untuk menindak jenis pelanggaran berat yang kasat mata dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan fatal.
  • 10 Persen Berupa Teguran Sympathetic: Pendekatan persuasif dan edukasi humanis kepada masyarakat sebagai wujud pelayanan prima Polri.

Demi menyukseskan skema tersebut, Korlantas Polri tidak main-main dalam mengerahkan kecanggihan teknologinya.

"Korlantas Polri dan jajaran akan menghadirkan ETLE, baik itu ETLE drone, ETLE statis, maupun ETLE handheld yang sewaktu-waktu secara mobile itu bisa memantau," urai Irjen Pol. Agus Suryonugroho.


Target Operasi: Incar Pemalsu Pelat Nomor dan Pelanggar Fatal!

Salah satu sorotan utama dan target buruan dalam Operasi Patuh 2026 ini adalah maraknya fenomena pengendara culas yang mencoba mengelabui hukum. Polisi akan menindak tegas segala bentuk manipulasi nomor kendaraan, mulai dari pelat nomor yang sengaja dicopot, tidak dipasang, ditutup sebagian, dimodifikasi, hingga disamarkan menggunakan stiker atau cat khusus agar tidak terdeteksi oleh jepretan kamera ETLE.

Selain masalah administrasi kendaraan, tilang manual sebesar 30 persen akan difokuskan penuh untuk menjaring para pelanggar yang nekat melakukan tindakan berbahaya di jalan raya, seperti:

  1. Kendaraan yang nekat melawan arus.
  2. Pengendara motor yang tidak memakai helm standar SNI.
  3. Pengemudi yang asyik menggunakan ponsel saat berkendara.

"Melawan arus kan fatal, enggak pakai helm juga demikian, termasuk juga pelanggaran-pelanggaran lain akan menjadi perhatian karena Operasi Patuh ini hanya 14 hari. Jadi, akan kita optimalkan pengawasan di jalur dan kami pastikan seluruh anggota akan hadir di lapangan,” pungkas Kakorlantas Polri berkomitmen.

Melalui sinergi teknologi mutakhir dan kesiapsiagaan personel Presisi ini, Polri berharap Operasi Patuh 2026 mampu melahirkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat, sehingga kenyamanan berkendara dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga negara Indonesia.


{RAMBE}




BERITA TERKAIT