Listyo Sigit Prabowo Ungkap Ekosistem SPPG Polda Metro: Ada Tambak hingga Kandang Ayam, Bahan Baku Mandiri!
Listyo Sigit Prabowo Ungkap Ekosistem SPPG Polda Metro: Ada Tambak hingga Kandang Ayam, Bahan Baku Mandiri!. (Foto: RAMBE)
Jakarta – Terobosan menarik diungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polda Metro Jaya. Tak sekadar dapur produksi makanan bergizi, SPPG tersebut ternyata telah memiliki ekosistem bahan baku mandiri—mulai dari tambak ikan hingga kandang ayam.
Model ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan suplai bahan pangan dalam mendukung program makan bergizi, sekaligus menjaga kualitas dan stabilitas distribusi.
Dari Hulu ke Hilir, Terintegrasi
Dalam keterangannya, Kapolri menjelaskan bahwa SPPG Polda Metro tidak hanya fokus pada proses memasak dan distribusi, tetapi juga mengelola sumber bahan baku secara langsung.
Tersedianya tambak dan peternakan ayam menjadi bukti keseriusan membangun sistem terintegrasi dari hulu ke hilir. Dengan demikian, kebutuhan protein seperti ikan dan telur dapat dipenuhi secara konsisten tanpa ketergantungan penuh pada pasar eksternal.
Jamin Kualitas dan Kontinuitas
Pendekatan berbasis ekosistem ini memungkinkan kontrol kualitas lebih ketat. Bahan baku dipastikan segar, higienis, dan sesuai standar gizi sebelum masuk ke dapur produksi.
Selain itu, sistem mandiri ini juga memperkuat ketahanan pangan internal, terutama ketika terjadi fluktuasi harga atau gangguan distribusi di pasaran.
Dukung Program Strategis Nasional
Langkah Polda Metro Jaya ini sejalan dengan dukungan Polri terhadap program-program strategis nasional, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat.
Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inovasi berbasis kolaborasi dan keberlanjutan.
Model SPPG dengan ekosistem bahan baku mandiri ini pun dinilai bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengelola program pemenuhan gizi secara lebih efisien dan berkelanjutan.
{RAMBE}