Logo
CRIME WATCH.ID

Membongkar Gurita Mafia Pupuk di Blora: 4 Tahun Tak Tersentuh, Kini Ratusan Karung Disita Setelah 'Drama' Penangkapan Oknum Intel TNI!

2948 views
Selasa, 21 April 2026 - 13:24 WIB {redSVG}
Membongkar Gurita Mafia Pupuk di Blora: 4 Tahun Tak Tersentuh, Kini Ratusan Karung Disita Setelah 'Drama' Penangkapan Oknum Intel TNI!

Membongkar Gurita Mafia Pupuk di Blora: 4 Tahun Tak Tersentuh, Kini Ratusan Karung Disita Setelah 'Drama' Penangkapan Oknum Intel TNI!. (Foto: {redSVG})

Gambar Ilustrasi



Update Polres Blora: Barang Bukti Pupuk Subsidi Hasil Tangkapan Intel Kodam IV Resmi Dititipkan.


BLORA – Tabir gelap praktik penyelundupan pupuk subsidi ilegal di Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, akhirnya tersingkap ke publik. Setelah bertahun-tahun beroperasi dengan rapi tanpa tersentuh hukum, jaringan lintas provinsi ini kini menjadi sorotan tajam menyusul "drama" penangkapan ratusan karung pupuk subsidi yang melibatkan oknum anggota Intel Kodam IV Diponegoro.

Kasus yang mencuat pada Minggu (19/04/2026) ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: Mengapa pelaku dilepaskan dan gudang penimbunan belum digerebek secara tuntas?


Drama Penangkapan dan Barang Bukti yang 'Dititipkan'

Berdasarkan investigasi di lapangan, ratusan karung pupuk subsidi hasil tangkapan tersebut kini berakhir di Polres Blora. Penangkapan yang dilakukan oleh oknum Intel Kodam IV berinisial EK dan RG terhadap terduga pelaku JT dan JR awalnya dinilai cacat prosedur oleh beberapa pihak.

Warga Desa Bleboh berinisial SN mengungkapkan keheranannya atas penanganan kasus ini. Pasalnya, meski barang bukti disita, terduga pelaku justru dilepaskan setelah sempat ditahan selama sehari semalam.

"Barang bukti ratusan karung sudah dititipkan di Polres Blora. Tapi kami heran, kenapa pelakunya dilepaskan? Dan kenapa gudang penimbunannya di Dusun Kluweh tidak digerebek sekalian?" ujar SN dengan nada kritis.


Gurita Bisnis 4 Tahun: Pasokan dari Grobogan hingga Cikampek

Informasi yang dihimpun dari warga lainnya berinisial WN mengungkap fakta mengejutkan. Praktik ilegal yang dilakoni JR diduga telah eksis selama kurang lebih empat tahun. Pupuk-pupuk subsidi tersebut dikabarkan didatangkan dari wilayah luar daerah seperti Kabupaten Grobogan hingga Cikampek, Jakarta.

"Praktek ini sudah lama, sekitar 4 tahunan. Menurut informasi, pupuk didatangkan dari luar kota bahkan luar provinsi, tapi selama ini aman-aman saja. Warga mungkin tahu tapi tidak berani lapor," jelas WN.

Meski dibantah oleh JR melalui pesan singkat WhatsApp yang mengklaim tidak pernah melakukan penyelundupan, tumpukan barang bukti yang kini berada di tangan kepolisian seolah berbicara lain.


Dampak Nyata: Petani Menjerit, Pupuk Langka, Harga Selangit

Keberadaan mafia pupuk ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, melainkan sabotase terhadap hajat hidup orang banyak. Akibat permainan mafia, para petani di Blora harus menghadapi kenyataan pahit:

  • Kelangkaan Pupuk: Stok yang seharusnya untuk petani setempat hilang ke pasar ilegal.
  • Harga Melambung Tinggi: Dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
  • Produktivitas Terancam: Petani kesulitan memenuhi nutrisi tanaman yang berdampak langsung pada hasil panen.


Desakan untuk APH: Bongkar Jaringan Sampai ke Akar!

Masyarakat kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait untuk tidak hanya berhenti pada penitipan barang bukti. Perlu adanya langkah tegas untuk membongkar jaringan mafia ini hingga ke akar-akarnya agar memberikan efek jera.

Publik kini menunggu langkah nyata dari Polres Blora untuk melakukan penyidikan transparan terkait asal-usul pupuk tersebut dan memastikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah namun tumpul ke samping—terutama terkait dugaan keterlibatan oknum dalam proses penangkapan yang simpang siur tersebut.


{redSVG}



BERITA TERKAIT