MUI Puji keberhasilan Polri: Ungkap 197 Ton Narkoba & Tangkap 51.763 Tersangka Jan–Okt 2025.
MUI Puji keberhasilan Polri: Ungkap 197 Ton Narkoba & Tangkap 51.763 Tersangka Jan–Okt 2025.. (Foto: Admin)
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas keberhasilannya dalam memberantas kejahatan narkotika. Selama periode Januari hingga Oktober 2025, Polri mengungkap sebanyak 38.943 kasus peredaran narkoba, menyita sekitar 197,71 ton narkotika dan menangkap 51.763 tersangka.
Ketua MUI menyatakan bahwa capaian ini penting bukan hanya dari sisi jumlah penangkapan dan penyitaan, tetapi juga sebagai indikasi bahwa upaya sistematis penegakan hukum terhadap jaringan narkoba di Indonesia mulai menunjukkan hasil. Langkah ini dinilai sejalan dengan misi menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurut data Polri yang dikutip, penyitaan 197,71 ton narkoba itu mencakup berbagai jenis komoditas terlarang — mulai dari sabu, ekstasi, hingga jenis baru yang lebih sulit dideteksi. Pengungkapan ratusan ton ini sekaligus menegaskan bahwa sindikat narkoba besar masih aktif beroperasi, namun mendapat perlawanan serius dari aparat keamanan. MUI mengingatkan bahwa pencapaian tersebut harus diikuti dengan langkah preventif dan rehabilitatif yang kuat. “Penindakan saja tidak cukup,” ujar Ketua MUI, “kita harus membangun sistem pencegahan, pendidikan anti-narkoba sejak dini, dan layanan rehabilitasi yang memadai.” Upaya ini dipandang krusial agar bukan hanya kriminal jaringan yang dibabat, tetapi juga akar persoalan penyalahgunaan yang menghancurkan kehidupan banyak orang.
Polri sendiri menegaskan akan mempertahankan momentum ini dan terus meningkatkan kerja sama lintas lembaga — termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian serta lembaga keagamaan — guna memperkuat sinergi dalam pengungkapan kasus dan pemulihan korban. MUI menyatakan siap mendukung inisiatif tersebut dari sisi moral dan edukasi masyarakat.
Penegakan hukum terhadap narkoba selama periode tersebut memberi harapan bahwa Indonesia semakin serius dalam mengatasi ancaman kejahatan narkotik yang berdampak luas bagi kesehatan, keamanan dan moral bangsa. Namun, MUI dan Polri sepakat bahwa tantangan ke depan tetap besar: modus operandi pelaku semakin canggih, jenis narkoba baru muncul, dan penyalahgunaan masih meluas ke kalangan pelajar dan keluarga.
Dengan demikian, pencapaian pengungkapan 197 ton narkoba dan 51.763 tersangka merupakan tanda positif, namun juga peringatan bahwa perang terhadap narkoba belum selesai — dibutuhkan kesinambungan antara penegakan hukum, pencegahan, edukasi dan rehabilitas
{SVG}