Logo
CRIME WATCH.ID

OKNUM PERWIRA TNI AL DI SURABAYA! Serang Warga Pakai Parang Usai Pesta Miras, Nekat Hantam Kanit Samapta Polsek Tegalsari

4421 views
Kamis, 04 Juni 2026 - 10:02 WIB {RAMBE}
OKNUM PERWIRA TNI AL DI SURABAYA! Serang Warga Pakai Parang Usai Pesta Miras, Nekat Hantam Kanit Samapta Polsek Tegalsari

OKNUM PERWIRA TNI AL DI SURABAYA! Serang Warga Pakai Parang Usai Pesta Miras, Nekat Hantam Kanit Samapta Polsek Tegalsari. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


Pesta Miras Berujung Bui: Oknum Perwira TNI AL Marthen Otti Tekege Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan! 

TKP dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI terhadap seorang anggota Polri di Surabaya.

Mayor Laut Marthen Otti, Oknum TNI-AL Pelaku Kekerasan Dan Penganiayaan.


AMUKAN BRUTAL Hingga Pingsan!

SURABAYA – Sinergitas penegakan hukum dan dedikasi tanpa batas dalam melindungi keamanan masyarakat kembali ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Meski harus bertaruh nyawa dan menjadi korban kekerasan fisik yang brutal, personel Korps Bhayangkara tetap tegak berdiri sebagai pelindung garda terdepan masyarakat.

Sebuah insiden pidana yang mencoreng soliditas aparat terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Kanit Samapta Polsek Tegalsari, Iptu Agus Mujiono, menjadi korban penganiayaan berat oleh seorang oknum perwira menengah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Mayor Laut Marthen Otti Tekege. Aksi koboi oknum perwira yang menjabat sebagai Kama Bek Depplai AAL ini memicu kecaman publik karena mencederai nama baik instansinya sendiri di hadapan masyarakat.


Kronologi Horor: Berawal dari Pesta Miras dan Teror Parang di Kafe

Malam berdarah ini bermula dari adanya laporan aduan darurat masyarakat melalui sistem hotline Call Center 110 yang diterima oleh petugas piket Polsek Tegalsari pada pukul 01.05 WIB. Warga melaporkan adanya keributan besar di halaman parkir Cafe & Pub Handsman, Jalan Dr. Wahidin, Surabaya.

Berdasarkan kesaksian saksi mata di lokasi kejadian bernama Gondrong (45), pelaku yang diidentifikasi sebagai Mayor Laut Marthen Otti Tekege diduga kuat berada di bawah pengaruh alkohol setelah menggelar pesta minuman keras (miras) di dalam kafe. Pelaku terlibat cekcok hebat dengan seorang warga sipil keturunan Tionghoa.

Situasi kian mencekam ketika sang oknum perwira mengambil senjata tajam jenis parang dan mulai merusak kendaraan milik pengunjung kafe. Korban sipil yang ketakutan langsung berlari keluar sambil berteriak histeris meminta pertolongan, sementara pelaku mengejarnya menggunakan mobil pribadi jenis Toyota Innova Reborn bernomor polisi W-1068-EH hingga ke kawasan Jalan Tamrin.


Sikap Kesatria Polri: Hadapi Bahaya Demi Lindungi Warga Sipil

Merespons cepat panggilan darurat warga, Kapolsek Tegalsari bersama Iptu Agus Mujiono yang saat itu bertindak sebagai Pengawas Operasional (Pawas) langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas bergerak taktis dengan berkoordinasi bersama Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III/Surabaya.

Pengejaran intensif tim patroli Polsek Tegalsari membuahkan hasil saat berhasil menghadang mobil pelaku di Jalan Tamrin pada pukul 02.10 WIB. Tak lama berselang, tiga anggota piket Gartap III tiba di lokasi.

Saat diminta secara persuasif untuk menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA), pelaku sempat melawan dan menolak. Ketika identitasnya berhasil dikonfirmasi, situasi justru memanas lantaran Mayor Laut Marthen tiba-tiba menunjukkan emosi berlebih dan meluapkan kemarahan membabi buta kepada petugas gabungan yang berusaha meredam keadaan.


Detik-Detik Pemukulan: Iptu Agus Mujiono Dihantam Hingga Pingsan

Iptu Agus Mujiono yang berada di garda depan untuk menenangkan pelaku justru menjadi sasaran amukan utama. Saat berusaha menghindar dari pergerakan agresif pelaku, perwira pertama Polri tersebut terpeleset dan jatuh hingga kepalanya membentur aspal jalanan dengan keras.

Melihat korban tak berdaya di tanah, pelaku yang gelap mata kembali melayangkan pukulan mentah sebanyak dua kali tepat ke arah kepala korban. Akibat hantaman brutal tersebut, Iptu Agus Mujiono seketika jatuh pingsan di lokasi kejadian.

Melihat tindakan nekat tersebut, personel Polsek Tegalsari dan Gartap III yang bersiaga langsung melakukan tindakan pengamanan tegas untuk melumpuhkan pelaku. Korban yang tak sadarkan diri segera dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) William Booth Surabaya guna mendapatkan penanganan medis darurat. Sementara itu, pelaku langsung digelandang ke Markas Komando Gartap III/Surabaya untuk diproses secara hukum militer pidana tanpa kompromi.


Kondisi Terkini Korban: Jajaran Polrestabes Surabaya Kawal Kasus Hingga Tuntas

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, membenarkan terjadinya peristiwa memilukan yang menimpa anggotanya tersebut. Berdasarkan pemeriksaan medis terbaru dan hasil pemindaian CT Scan, tim dokter menyatakan korban beruntung tidak mengalami gegar otak berat. Namun, hingga saat ini Iptu Agus masih terbaring di ranjang rumah sakit karena mengeluhkan pandangan yang kabur dan berkunang-kunang.

Atas perintah tegas Kapolrestabes Surabaya, Iptu Agus Mujiono diwajibkan menjalani perawatan intensif secara total hingga kondisinya benar-benar pulih dan dinyatakan sehat.

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya terus melakukan koordinasi intensif dan ketat dengan pihak POM TNI AL serta Gartap III/Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan proses hukum berjalan transparan, adil, dan tegas demi menegakkan marwah institusi hukum serta memberikan efek jera bagi oknum pelanggar hukum.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT