Oknum TNI Aktif, Purnawirawan, dan Sipil Tak Berkutik Ditangkap Polisi Usai Aniaya Pekerja Sawit Hingga Tewas!
Oknum TNI Aktif, Purnawirawan, dan Sipil Tak Berkutik Ditangkap Polisi Usai Aniaya Pekerja Sawit Hingga Tewas!. (Foto: {redSVG})
Gambar Ilustrasi
Titik Terang Kasus Labura: Sersan Mayor BD dan Pensiunan TNI Resmi Ditahan di Polres Labuhanbatu!
GERAK CEPAT POLRES LABUHANBATU GULUNG SINDIKAT KEKERASAN!
LABUHANBATU UTARA – Komitmen total Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menegakkan hukum secara presisi dan tanpa pandang bulu kembali dibuktikan oleh jajaran Polres Labuhanbatu. Menanggapi tragedi tewasnya Luis David Hutabarat (33 tahun) di pinggir jalan kawasan Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh, Labuhanbatu Utara (Labura), Korps Bhayangkara bergerak dengan kecepatan kilat mengamankan empat orang terduga pelaku yang memiliki latar belakang heterogen.
Tidak butuh waktu lama bagi penyidik Polres Labuhanbatu untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang terdiri dari satu oknum TNI aktif, satu purnawirawan TNI, dan dua warga sipil. Keberhasilan taktis ini menjadi bukti sahih profesionalisme Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta menjamin keadilan hukum bagi masyarakat kecil di Sumatera Utara.
Kolaborasi Melekat: Aparat Gabungan Amankan Oknum Berpangkat Sersan Major
Penyelidikan investigatif yang digelar Polres Labuhanbatu berjalan sangat objektif dengan membangun koordinasi yang solid bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0209/Labuhanbatu segera setelah laporan diterima. Langkah cepat ini dilakukan demi mempermudah proses pemeriksaan intensif untuk membedah peran masing-masing pelaku secara utuh.
Daftar Terduga Pelaku yang Berhasil Diamankan Polres Labuhanbatu:
1. Serma BD : Anggota TNI Aktif berpangkat Sersan Mayor, bertugas sebagai Satgas Pengamanan.
2. Eks-TNI B : Pensiunan TNI, mantan personel Kodam I Bukit Barisan.
3. Sipil I : Anggota satuan pengamanan (sekuriti) perusahaan perkebunan PT A.
4. Sipil II : Anggota satuan pengamanan (sekuriti) perusahaan perkebunan PT A.
Komandan Kodim 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, membenarkan dan mengapresiasi langkah hukum responsif yang diambil pihak kepolisian.
"Satu merupakan anggota TNI aktif berpangkat Sersan Mayor berinisial BD. Satu lagi merupakan pensiunan TNI berinisial B yang sebelumnya pernah bertugas di wilayah Kodam I Bukit Barisan. Mereka bertugas sebagai sekuriti perusahaan dalam bentuk satgas pengamanan. Saat ini mereka berada dalam proses pemeriksaan di Polres Labuhanbatu," ujar Letkol Kav Hanung Kaptiaji secara transparan kepada media.
Kronologi Keji di Blok Perkebunan: Korban Ditabrak Lalu Dianiaya Secara Berlebihan
Berdasarkan data investigasi yang dihimpun dari keterangan saksi-saksi lapangan, petaka bermula pada Selasa sore (16/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban Luis David Hutabarat bersama empat orang rekannya baru saja selesai beraktivitas dan meninggalkan ladang milik mertuanya menggunakan dua unit sepeda motor.
Secara mendadak, di tengah jalan mereka dicegat oleh rombongan satgas pengamanan PT A yang berjumlah sekitar enam orang dengan mengendarai lima sepeda motor. Dengan dalih tuduhan sepihak mengenai aktivitas pencurian, oknum petugas pengamanan tersebut bertindak di luar batas kewenangan hukum.
"Klien kami dicegat saat dalam perjalanan pulang dari kebun. Sepeda motor yang digunakan korban sempat ditabrak hingga terjatuh. Setelah itu Luis dan seorang rekannya berusaha melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan di lokasi," beber Surya Dayan Nasution, Kuasa Hukum keluarga korban.
Siasat pengejaran brutal tersebut berakhir fatal. Luis berhasil ditangkap oleh para pelaku dan diduga langsung dihadiahi tindak kekerasan fisik yang membabi buta. Kegentingan memuncak saat istri korban melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi dan justru menemukan tubuh suaminya sudah tergeletak kaku tak bernyawa di pinggir jalan dengan luka memar mengerikan di area wajah serta leher.
Duka Mendalam Keluarga: Luis Tinggalkan Empat Anak yang Masih Kecil
Di balik ketegasan hukum yang sedang berjalan, kepergian Luis menyisakan pilu yang teramat dalam bagi ruang domestik keluarganya. Luis dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang tangguh dan pekerja keras. Sehari-hari, ia mengais rezeki halal sebagai buruh harian lepas di sektor bongkar muat dan penimbangan buah kelapa sawit demi menghidupi istri serta empat orang anaknya yang masih balita dan membutuhkan biaya hidup.
Kini, harapan satu-satunya keluarga bertumpu pada ketajaman penyidikan Polres Labuhanbatu. Pihak keluarga menyatakan sangat lega melihat respons kilat kepolisian yang langsung memenjarakan para pelaku pada hari yang sama dengan kejadian.
Hingga Kamis (18/6/2026), tim penyidik Satreskrim Polres Labuhanbatu masih terus melengkapi berkas perkara, mengumpulkan hasil visum medis, dan menyusun konstruksi pasal berlapis untuk menjerat para aktor kekerasan ini agar mendapatkan hukuman maksimal yang setimpal.
{redSVG}