Logo
CRIME WATCH.ID

Oknum TNI vs Warga di Bendungan Way Rarem Lampung Berakhir Damai, Sinergi Cepat Forkopimda Redam Tensi Tinggi!

1500 views
Senin, 08 Juni 2026 - 13:15 WIB {RAMBE}
Oknum TNI vs Warga di Bendungan Way Rarem Lampung Berakhir Damai, Sinergi Cepat Forkopimda Redam Tensi Tinggi!

Oknum TNI vs Warga di Bendungan Way Rarem Lampung Berakhir Damai, Sinergi Cepat Forkopimda Redam Tensi Tinggi!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


GEGER VIDEO VIRAL BENTROK MASSAL!


TNI-Polri dan Pemda Kompak Imbau Warga Jaga Kondusivitas


LAMPUNG UTARA – Jagat maya sempat digemparkan oleh beredarnya rekaman video amatir yang memperlihatkan pertikaian fisik sengit antara sejumlah oknum anggota TNI dengan sekelompok warga di kawasan Taman Wisata Bendungan Way Rarem, Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, pada Kamis (4/6/2026) sore. Adu mulut, aksi saling dorong, hingga saling kejar sempat membuat situasi di lokasi wisata tersebut mencekam.

Namun, berkat kesigapan tingkat tinggi dan respons cepat dari jajaran Forkopimda bersama tokoh masyarakat, potensi konflik yang lebih luas berhasil diredam total. Kedua belah pihak sepakat untuk menyudahi perselisihan secara kekeluargaan melalui jalur perdamaian.


Kronologi Pemicu: Gara-Gara Knalpot Bising Berujung Salah Paham

Berdasarkan rilis resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Utara, insiden panas ini murni dipicu oleh kesalahpahaman di lapangan. Peristiwa bermula ketika seorang pemuda setempat melintas di area bendungan menggunakan sepeda motor dengan suara knalpot bising yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan.

Melihat hal tersebut, personel TNI yang sedang berada di lokasi berinisiatif memberikan teguran keras. Sayangnya, pengendara motor tersebut tidak terima ditegur. Respons spontan yang menantang dari pemuda itu memicu adu mulut hebat, yang dengan cepat eskalasinya berubah menjadi bentrokan fisik massal di kawasan bendungan.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, perangkat desa setempat bergerak taktis mengevakuasi delapan pemuda yang terlibat ke RSUD Ryacudu Kotabumi untuk mendapatkan perawatan medis akibat mengalami luka-luka.


Mediasi Kilat Malam Hari: TNI Tanggung Jawab Penuh Seluruh Biaya Medis

Merespons cepat kejadian yang sempat viral tersebut, Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, bersama Komandan Kodim 0412/LU, Letkol Inf Roni Faturrohman, langsung mengambil tindakan tegas dengan menggelar pertemuan darurat pada Kamis malam.

Mediasi tingkat tinggi ini dihadiri secara lengkap oleh unsur Forkopimda, perwakilan Korem 043/Gatam, Kapolres, Ketua DPRD, jajaran pemerintah desa, tokoh adat, serta perwakilan keluarga pemuda yang terlibat. Hasil musyawarah mufakat menyepakati bahwa kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan melalui mekanisme hukum adat/musyawarah adat Lampung.

"Alhamdulillah, para orang tua dari anak-anak yang terlibat dalam peristiwa ini sudah sepakat membuka jalan perdamaian. Seluruh biaya tanggung jawab pengobatan para korban luka ditanggung sepenuhnya oleh pihak TNI. Yang terpenting, kondisi anak-anak sudah membaik dan kami pastikan penanganan medis berjalan optimal," ujar Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, Jumat (5/6/2026).


TNI-Polri dan Pemda Kompak Imbau Warga Jaga Kondusivitas

Keberhasilan penyelesaian konflik secara damai dan kekeluargaan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Lampung Utara.

Pemerintah daerah bersama jajaran TNI-Polri mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar atau informasi sepihak yang belum terverifikasi di media sosial. Sinergi kokoh seluruh elemen ini memastikan Kabupaten Lampung Utara tetap aman, kondusif, dan harmonis.


{RAMBE}


BERITA TERKAIT