Operasi Ketupat Dimulai! Kapolri Serahkan Motor Operasional ke Polda Terdampak Banjir
Operasi Ketupat Dimulai! Kapolri Serahkan Motor Operasional ke Polda Terdampak Banjir. (Foto: redSVG)
Kapolri Serahkan 150 Motor ke Tiga Polda Terdampak Banjir, Perkuat Layanan Mudik Operasi Ketupat 2026
Langkah penguatan pelayanan mudik Lebaran kembali dilakukan jajaran kepolisian. Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, secara simbolis menyerahkan bantuan 150 sepeda motor operasional kepada tiga Polda yang sebelumnya terdampak banjir besar pada akhir 2025.
Bantuan kendaraan tersebut masing-masing diberikan kepada Polda Sumatera Barat, Polda Sumatera Utara, dan Polda Aceh, dengan jumlah 50 unit sepeda motor untuk setiap Polda.
Penyerahan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Operasi Ketupat 2026 pada acara Apel Gelar Pasukan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Polri untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap optimal, khususnya di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana.
Motor Operasional untuk Daerah Sulit Dijangkau
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa kendaraan operasional tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik Lebaran.
Menurutnya, kendaraan roda dua sangat penting untuk menjangkau titik-titik tertentu yang sulit dilalui kendaraan besar.
“Tentunya ini untuk optimalisasi pelayanan pada saat Operasi Ketupat, termasuk pelayanan di tempat-tempat yang mungkin susah untuk dijangkau agar semuanya bisa dilayani,” ujar Agus.
Dengan dukungan kendaraan tambahan tersebut, petugas di lapangan diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.
Operasi Ketupat: Lebih dari Sekadar Pengaturan Lalu Lintas
Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya fokus pada pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga memastikan keamanan masyarakat dalam menjalankan momen sosial dan spiritual Idul Fitri.
Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan perjalanan mudik berlangsung aman.
“Kita tidak hanya hadir di jalan dan mengatur lalu lintas, tetapi memastikan masyarakat yang mudik bisa berangkat dengan aman, sampai tujuan dengan selamat, dan kembali dengan bahagia,” katanya.
Operasi Ketupat 2026 sendiri mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Lima Klaster Pengamanan Mudik
Dalam pelaksanaannya, Polri bersama berbagai stakeholder telah menyusun skenario pengamanan yang terbagi dalam lima klaster utama, yaitu:
- Jalan tol
- Jalan arteri
- Titik penyeberangan dan transportasi (terminal, pelabuhan, bandara, stasiun)
- Tempat ibadah
- Destinasi wisata
Pengamanan ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Libatkan 161 Ribu Personel Gabungan
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Dalam operasi ini, 161.243 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait diterjunkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat.
Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari:
- 1.624 pos pengamanan
- 779 pos pelayanan
- 343 pos terpadu
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek penting, mulai dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Dengan kesiapan personel, sarana operasional, serta dukungan lintas instansi, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menghadirkan mudik Lebaran yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
{redSVG}