Penyergapan Solo Baru: 38 Tersangka Ditangkap, Libatkan WNA Myanmar dan Nepal!
Penyergapan Solo Baru: 38 Tersangka Ditangkap, Libatkan WNA Myanmar dan Nepal!. (Foto: {RAMBE})
Gambar Ilustrasi
Polisi mengangkut barang bukti kasus penipuan online di rumah toko (ruko)
di kawasan Solo Baru, Senin (25/5/2026) malam
Ruko Solo Baru Digerebek! Sindikat Scammer Internasional Tipu Warga Amerika Pakai Foto Wanita Cantik.
SUKOHARJO – Direktorat Reserse Siber Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Ditreskrimsiber Polda Jateng) sukses menggulung sindikat penipuan online (scammer) berskala internasional bermodus pig butchering (pemotongan babi) kelas kakap. Berkedok sebagai perusahaan konsultan legal bernama PT Digi Global Konsultan, jaringan lintas negara ini nekat bermarkas di sebuah rumah toko (ruko) mewah di pinggir Jalan Ir. Soekarno, kawasan elit Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.
Operasi penggerebekan dan penggeledahan maraton yang berlangsung mencekam ini menjadi bukti nyata ketegasan Polri dalam memberantas kejahatan siber transnasional yang memanfaatkan wilayah Indonesia sebagai sarang operasi haram.
Penyergapan Solo Baru: 38 Tersangka Ditangkap, Libatkan WNA Myanmar dan Nepal!
Aksi penggerebekan massal dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih. Dalam operasi senyap yang bergerak simultan di beberapa titik wilayah Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo tersebut, polisi berhasil meringkus total 38 orang tersangka tanpa perlawanan.
Fakta mengejutkan terkuak dari komposisi para pelaku yang diamankan, di mana jaringan ini digerakkan oleh kolaborasi penipu lokal dan internasional:
- Warga Negara Indonesia (WNI): Sebanyak 27 orang bertindak sebagai eksekutor lapangan.
- Warga Negara Asing (WNA): Terdiri dari 4 warga negara Myanmar dan 7 warga negara Nepal.
- Peran Vital WNA: Kombes Pol. Himawan membeberkan bahwa para pelaku WNA ini menduduki posisi strategis. Mereka bertindak sebagai marketing utama sekaligus leader yang mengatur jalannya operasional penipuan digital tersebut.
Penyidik membutuhkan waktu lebih dari tujuh jam untuk menguliti seluruh isi ruko PT Digi Global Konsultan. Penggeledahan baru rampung sekitar pukul 19.00 WIB dengan menyita sedikitnya 117 item barang bukti elektronik dan dokumen penting yang langsung diangkut ke Mapolda Jateng.
Modus Licik 'Pig Butchering': Umpan Model Cantik Indonesia Guna Pikat Bule AS
Sindikat ini memiliki cara kerja yang sangat licik dan terorganisir rapi dalam menjerat korbannya. Mereka menggunakan modus pig butchering, sebuah teknik penipuan psikologis di mana pelaku "menggemukkan" korban terlebih dahulu melalui pendekatan asmara semu sebelum akhirnya menyembelih (menguras habis) uang korban.
Untuk memuluskan aksi, sindikat ini sengaja menggunakan foto-foto dan video model cantik asal Indonesia guna memanipulasi profil di berbagai platform komunikasi digital, media sosial, dan aplikasi kencan internasional (dating apps).
“Rata-rata korban warga negara asing, khususnya warga negara Amerika Serikat. Para pelaku menggunakan model wanita Indonesia agar dilirik warga negara asing,” terang Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih di Solo Baru.
Melalui pesona kecantikan model fiktif tersebut, para korban bule asal Amerika Serikat dirayu hingga masuk ke dalam perangkap investasi kripto palsu yang telah dimodifikasi oleh para pelaku.
Struktur Perusahaan Militeristik: Raup Cuan Rp41,1 Miliar Sejak 2025
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, PT Digi Global Konsultan telah beroperasi secara gelap sejak tahun 2025. Manajemen kerja di dalam ruko tersebut dirancang sangat terstruktur layaknya perusahaan profesional, yang terbagi dalam kasta jabatan mulai dari Kepala, Supervisor, Leader, Marketing, hingga Asisten Marketing.
Untuk menjaga kerahasiaan, para pelaku dibagi ke dalam empat tim kerja yang terisolasi satu sama lain. Antar-anggota tim dipastikan tidak saling mengenal identitas asli karena mereka diwajibkan hanya menggunakan nama samaran (nickname) saat berkomunikasi di dunia maya.
Daya hancur dari sindikat Solo Baru ini sangat mengerikan. Jaringan ini tercatat telah menargetkan sekitar 5.000 orang potensial di seluruh dunia, dengan sedikitnya 133 orang warga negara asing dipastikan telah meledak menjadi korban investasi kripto bodong mereka.
Selama periode operasi dari Juli 2025 hingga Mei 2026, gurita kejahatan siber ini diduga kuat telah berhasil meraup keuntungan fantastis mencapai USD 2.327.625,85 atau setara dengan Rp41,1 miliar. Saat ini, seluruh jajaran komplotan tersangka telah dijebloskan ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jateng guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dan menjalani pemeriksaan lanjutan secara intensif.
{RAMBE}