Logo
CRIME WATCH.ID

Pesan Terakhir Eyang Meri untuk Polri: Jadilah Polisi yang Baik, Berintegritas, dan Mengayomi

3851 views
Kamis, 05 Februari 2026 - 13:12 WIB RAMBE
Pesan Terakhir Eyang Meri untuk Polri: Jadilah Polisi yang Baik, Berintegritas, dan Mengayomi

Pesan Terakhir Eyang Meri untuk Polri: Jadilah Polisi yang Baik, Berintegritas, dan Mengayomi. (Foto: RAMBE)



Bogor — Kapolri Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Roeslani Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri legendaris Hoegeng Iman Santoso, di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).

Dalam suasana duka, Kapolri menyampaikan bahwa Eyang Meri semasa hidupnya selalu menitipkan pesan mendalam kepada keluarga besar Polri. Pesan itu, menurut Sigit, menjadi sumber semangat sekaligus inspirasi keteladanan bagi seluruh personel Korps Bhayangkara.

“Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi serta mengayomi masyarakat,” ujar Sigit usai mengikuti prosesi pemakaman.


Rekaman Suara yang Menjadi Amanah

Sigit mengungkapkan, saat melayat ke rumah duka, keluarga sempat memutar rekaman suara Eyang Meri yang berisi pesan khusus untuk Polri. Rekaman itu, kata Sigit, kembali menegaskan nilai-nilai keteladanan yang selama ini diwariskan keluarga Hoegeng kepada institusi kepolisian.

“Kami mendengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama. Pesannya sederhana tapi kuat: jadilah contoh teladan dan mulailah dari dirimu sendiri. Itu menjadi spirit bagi kami semua,” tuturnya.

Bagi Kapolri, pesan tersebut bukan sekadar nasihat, melainkan amanah dan wasiat moral yang harus terus dikumandangkan serta dijadikan pegangan oleh seluruh anggota Polri di mana pun bertugas.


Warisan Nilai yang Terus Menyala

Kapolri menegaskan, pesan terakhir Eyang Meri memiliki makna mendalam bagi institusi Polri. Nilai integritas, keteladanan, serta keberpihakan kepada masyarakat harus terus hidup dan tercermin dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

“Polri harus mampu meneladani nilai-nilai itu, memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, serta bertanggung jawab atas keamanan. Itulah tugas pokok dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja,” kata Sigit.

Ia juga mengenang sosok Hoegeng Iman Santoso sebagai figur teladan yang warisannya tidak pernah pudar. Nilai-nilai yang ditinggalkan, baik oleh almarhum Hoegeng maupun Eyang Meri, disebut akan terus menjadi api semangat bagi keluarga besar Polri.

“Selamat jalan Eyang Meri. Terima kasih atas apa yang telah beliau berikan. Warisan dari para pendahulu, khususnya almarhum Hoegeng Iman Santoso, akan terus menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga amanah dan nilai-nilai tersebut,” tutup Kapolri.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT