Petasan Meledak di Situbondo, Gegana Turun Selidiki TKP
Petasan Meledak di Situbondo, Gegana Turun Selidiki TKP. (Foto: RAMBE)
Ledakan Petasan di Situbondo Tewaskan 1 Orang, 12 Rumah Rusak – Gegana Turun Tangan
Situbondo, Jawa Timur – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari petasan mengguncang permukiman warga di Kabupaten Situbondo. Peristiwa tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan sedikitnya enam warga lainnya mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, sebanyak 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya daya ledak.
Korban tewas diketahui merupakan pembuat petasan yang berada di lokasi saat insiden terjadi. Ledakan yang terjadi secara tiba-tiba itu mengagetkan warga sekitar dan menimbulkan kepanikan.
Gegana Turun Tangan Selidiki Penyebab
Tim penjinak bom dari satuan Gegana diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Aparat melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih berpotensi membahayakan warga.
Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan. Petugas juga mengumpulkan serpihan material dan sisa bahan yang diduga menjadi sumber ledakan.
6 Orang Luka, 12 Rumah Rusak
Ledakan tersebut menyebabkan enam warga mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Para korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain korban jiwa dan luka, dampak kerusakan cukup signifikan. Dinding rumah retak, atap roboh, hingga kaca jendela pecah akibat tekanan gelombang ledakan.
Pemkab Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah
Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan akan membantu perbaikan rumah warga yang terdampak. Pendataan kerusakan telah dilakukan guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang bahaya pembuatan dan penyimpanan petasan secara tidak aman, terutama di lingkungan permukiman padat penduduk.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi lengkap serta kemungkinan pelanggaran hukum terkait bahan peledak tersebut. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak membuat atau menyimpan bahan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan bersama.
{RAMBE}