Polri Gandeng Interpol Buru Bandar Besar Sabu di Malaysia
Polri Gandeng Interpol Buru Bandar Besar Sabu di Malaysia. (Foto: {RAMBE})
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana
Jaringan Internasional Pasok 7,45 Kg Senilai Rp14,85 Miliar ke Makassar!
MAKASSAR – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, bergerak agresif melakukan perburuan besar-besaran berskala internasional. Tidak main-main, Korps Bhayangkara kini tengah membidik otak utama di balik penyelundupan sabu kelas kakap setelah berhasil menggulung sindikat pengedar narkotika lintas negara dengan total barang bukti fantastis seberat 7,45 kilogram lebih.
Langkah taktis ini menjadi bukti nyata komitmen tanpa ampun dari Polri dalam memutus urat nadi peredaran gelap narkoba yang mencoba merusak generasi bangsa, sekaligus menegaskan bahwa tidak ada tempat bersembunyi yang aman bagi para bandar sekalipun berada di luar negeri.
Gandeng Interpol dan Bareskrim: Dua Gembong Besar di Malaysia Resmi Buron!
Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan bahwa identitas para aktor intelektual yang mengendalikan pasokan barang haram dari negeri jiran tersebut kini telah dikantongi secara akurat oleh penyidik. Salah satu buronan utama merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengendalikan bisnis kotor ini langsung dari Malaysia.
“Jadi sudah terdata ada AK, warga negara asing dari Malaysia, dan PA warga negara Indonesia yang tinggal di Malaysia. Ini jaringan internasional,” tegas Kombes Pol Arya Perdana di Makassar, Minggu.
Demi menyeret kedua bandar besar ini ke meja hijau, Satuan Narkoba Polrestabes Makassar langsung membentuk barisan satgas khusus dengan membangun kerja sama internasional bersama Interpol, Bareskrim Polri, serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan guna melacak dan mengepung keberadaan pelaku di Malaysia.
Modus Licik 'Kurir Terbang' di Bandara dan Eksploitasi Jalur Tikus Kepulauan
Dari hasil interogasi mendalam terhadap tujuh tersangka yang berhasil diringkus terdahulu—di mana enam orang berperan sebagai bandar dan satu orang sebagai kurir—polisi berhasil menguliti modus operandi licik yang digunakan sindikat ini.
Jaringan gurita ini diketahui mengoneksikan kota-kota besar mulai dari Malaysia, Pekanbaru (Riau), Jakarta, hingga bermuara di Makassar. Untuk menembus barisan penjagaan ketat, mereka menerapkan dua strategi penyelundupan:
- Jalur Udara (Modus Selundupan Tubuh): Para pelaku memanfaatkan transportasi udara komersial dengan modus menyembunyikan kristal sabu secara rapat di bagian tubuh kurir agar lolos saat melintas di area pemeriksaan bandara.
- Jalur Laut (Eksploitasi Pelabuhan Tikus): Pasokan narkotika dari Malaysia ke Indonesia juga kerap disusupkan lewat jalur laut tidak resmi, memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan tikus kecil yang tersebar di wilayah kepulauan.
“Kondisi geografis Indonesia yang memiliki ribuan pulau memang menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan jalur penyelundupan narkotika. Karena itu kami terus memperketat pengawasan agar tidak ada lagi peredaran narkotika yang masuk maupun keluar,” ujar Kombes Pol Arya Perdana.
Rincian Operasi Berdarah Dingin Januari–Mei 2026: Amankan Barang Bukti Rp14,85 Miliar!
Keberhasilan pengungkapan total sabu seberat 7,45 kilogram lebih dengan taksiran nilai ekonomi mencapai Rp14,85 miliar lebih ini merupakan buah manis dari rangkaian operasi maraton yang digelar sepanjang Januari hingga Mei 2026:
1. Gelombang Pertama (24 April – 9 Mei 2026)
Tim Satnarkoba Polrestabes Makassar membongkar sindikat internasional dengan mencokok 7 tersangka dan menyita barang bukti 1,45 kilogram sabu senilai Rp2,75 miliar. Jaringan ini kedapatan menyusupkan barang haram tersebut via jalur udara dari Bandara Batam menuju Makassar.
2. Gelombang Kedua (Januari – Mei 2026)
Melalui pengembangan yang jeli, polisi kembali merontokkan 7 tersangka jaringan antarprovinsi. Mereka kedapatan membawa 6 kilogram lebih sabu senilai Rp12,1 miliar dari Pekanbaru, Riau, menuju Makassar dengan memanfaatkan rute kombinasi jalur laut dan darat.
Seluruh barang haram dari kedua gelombang penangkapan tersebut terkonfirmasi dipasok langsung oleh duet maut AK (WNA) dan PA (WNI) dari Malaysia. Kini, dengan penahanan 14 tersangka dan penyitaan miliaran rupiah aset narkoba, Polrestabes Makassar bersama Interpol siap melakukan hantaman final untuk meringkus sang bandar besar di markas persembunyiannya.
{RAMBE}