Polri Kerahkan 317 Ribu Personel Amankan Mudik Lebaran 2026
Polri Kerahkan 317 Ribu Personel Amankan Mudik Lebaran 2026. (Foto: redSVG)
Operasi Pengamanan Mudik Dimulai! Polri Turunkan 317 Ribu Personel Jaga Arus Lebaran 2026
Ratusan ribu personel Polri disiagakan untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar di seluruh Indonesia.
Polri Siagakan Ratusan Ribu Personel
Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan sekitar 317 ribu personel untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat selama musim mudik berlangsung aman, lancar, dan terkendali.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faisal mengatakan sebanyak 317 ribu personel Polri disiapkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Dia mengatakan dari unsur stakeholder terkait juga disiapkan sekitar 72 ribu personel tambahan.
"Objek pengamanan dalam operasi pengamanan Operasi Ketupat, yaitu untuk personel Polri sendiri sebanyak 317.664 personel. Kemudian stakeholder terkait 72 ribu," kata Faisal dalam diskusi bertema 'Sinergi Pemerintah dan Stakeholder buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman' di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Adapun objek pengamanan yang menjadi fokus operasi mencapai 185.544 lokasi. Rinciannya meliputi 618 terminal, 268 stasiun kereta api, 562 pelabuhan, dan 2.962 pusat perbelanjaan.
Pengamanan Fokus di Jalur Mudik
Ratusan ribu personel tersebut akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis, termasuk:
- jalur tol dan jalan arteri utama
- terminal dan stasiun kereta api
- pelabuhan penyeberangan
- bandara
- rest area jalur mudik
Selain pengamanan lalu lintas, personel juga akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Kemudian bandara 182, tempat wisata 4.640, masjid 121.796, dan lokasi sholat Idul Fitri 54 ribu," ujarnya.
Brigjenpol Faisal mengatakan selain personel, ribuan pos pengamanan juga disiapkan. Dia mengatakan pos tersebut tersebar di berbagai wilayah.
"Total pos Operasi Ketupat 2026 sebanyak 2.756 pos, yang terdiri dari pos pelayanan 784, kemudian pos pengamanan 1.629, dan pos terpadu 343 pos," jelasnya.
Antisipasi Lonjakan Pemudik
"Pos terpadu ini tentunya gabungan seluruh stakeholder yang di mana pos ini semua lengkap, baik dari kementerian, kemudian dinas kesehatan, dari bengkel lengkap sehingga pos ini betul-betul bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," sambungnya.
Lebih lanjut, Faisal mengatakan puncak arus mudik diprediksi terjadi dua gelombang. Begitu pun halnya dengan puncak arus balik.
"Kami menyampaikan bahwa untuk informasi arus mudik sendiri itu puncaknya ada dua gelombang, prediksi arus puncak di tanggal 14 dan 15 (Maret) (gelombang pertama). Kedua, di tanggal 18 dan 19 (Maret) (prediksi puncak arus mudik)," tuturnya.
Polri memprediksi volume kendaraan dan jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan, TNI, dan pemerintah daerah terus dilakukan.
Berbagai strategi rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way, hingga pengaturan arus kendaraan juga disiapkan untuk mengurai kepadatan di jalur-jalur utama.
Prioritas Keselamatan Pemudik
Polri juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan layak jalan serta menjaga kesehatan selama perjalanan.
Dengan pengamanan besar yang melibatkan ratusan ribu personel tersebut, diharapkan perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, nyaman, dan selamat hingga tujuan.
{redSVG}