Logo
CRIME WATCH.ID

"Serangan Hoaks ke Korps Bhayangkara! Pengamat Beberkan Bukti Rapor Kepercayaan Polri Justru Meroket"

32 views
Senin, 06 Juli 2026 - 15:11 WIB {RAMBE}
"Serangan Hoaks ke Korps Bhayangkara! Pengamat Beberkan Bukti Rapor Kepercayaan Polri Justru Meroket"

"Serangan Hoaks ke Korps Bhayangkara! Pengamat Beberkan Bukti Rapor Kepercayaan Polri Justru Meroket". (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


R HAIDAR ALWI, Pendiri Haidar Alwi Institut Sekaligus Wakil Ketua dewan Pembina Ikatan Alumni ITB.


"Polri Disebut Terkorup di ASEAN? HAI Bongkar Kebohongan Data IndexMundi yang Keliru dan Menyesatkan!"


GEGER! Polri Disebut Polisi Paling Korup di Asia Tenggara, Pengamat Senior Beri Tamparan Keras: Data IndexMundi Cacat Metodologi dan Menyesatkan!

JAKARTA – Jagat media sosial dan ruang publik tanah air mendadak diguncang oleh klaim sepihak yang menyudutkan Korps Bhayangkara. Lansiran dari situs IndexMundi yang menyebut Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai polisi paling korup di Asia Tenggara langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan ahli dan pengamat strategi nasional.

Menanggapi isu miring tersebut, Humanitarian Academy for Indonesia (HAI) langsung pasang badan dan memberikan bantahan menohok. HAI menilai narasi yang dibangun oleh situs tersebut sangat keliru, tidak valid, serta memiliki cacat metodologi yang fatal sehingga berpotensi menyesatkan opini publik secara luas.


Pengamat Angkat Bicara: Data IndexMundi Cacat dan Tidak Ilmiah

Tudingan miring yang menyerang kredibilitas institusi Polri ini dinilai sama sekali tidak berbasis pada fakta empiris di lapangan. Direktur Eksekutif HAI menegaskan bahwa indikator dan survei yang digunakan oleh IndexMundi tidak memenuhi standar ilmiah internasional dalam mengukur tingkat korupsi sebuah lembaga negara.

Klaim tersebut terbukti hanya mengandalkan persepsi dari segelintir responden yang tidak representatif, serta mengabaikan lompatan besar reformasi internal yang tengah gencar dilakukan oleh Korps Bhayangkara di bawah komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Data tersebut jelas-jelas cacat metodologi, keliru, dan sangat menyesatkan! Publik jangan sampai terprovokasi oleh angka-angka yang tidak jelas sumber ilmiahnya," tegas perwakilan HAI.


Kontra Narasi: Fakta Nyata Lonjakan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

Bantahan keras dari HAI ini bukan tanpa alasan. Jika merujuk pada lembaga survei yang jauh lebih kredibel, ilmiah, dan diakui secara nasional seperti Litbang Kompas, rapor evaluasi publik terhadap Polri justru menunjukkan grafik yang melesat tajam.

Berdasarkan data rilis resmi April 2026, tingkat kepercayaan dan citra kelembagaan Polri di mata masyarakat Indonesia justru mengalami peningkatan signifikan:

  • Citra Kelembagaan Polri: Meroket tajam menyentuh angka 71,5 persen dari tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 64,4 persen.
  • Tingkat Kepercayaan Publik: Naik drastis menjadi 82,4 persen, sebuah pencapaian luar biasa yang membuktikan bahwa program Civilian Police dan penegakan hukum yang humanis berjalan sukses di lapangan.


Transformasi Digital Jadi Bukti Polri Bersih-Bersih

Langkah konkret Polri dalam menutup celah praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi di jalanan sudah sangat nyata dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah penerapan modernisasi pelayanan seperti perluasan kamera ETLE (tilang elektronik) nasional, sistem Face Recognition, hingga digitalisasi pengurusan SIM dan STNK melalui aplikasi resmi.

Digitalisasi ini secara otomatis memotong interaksi langsung antara petugas dan warga, yang menjadi bukti autentik komitmen kuat Polri untuk mewujudkan institusi yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Oleh karena itu, publik diimbau untuk lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi dari luar yang sengaja digulirkan untuk memperkeruh suasana dan merusak citra positif penegak hukum Indonesia yang sedang berbenah menuju performa terbaiknya.


{RAMBE}


BERITA TERKAIT