Skandal Kabel Bawah Tanah Bogor: Sertu A Akui Penggalian Aset Telkom Tanpa Izin Resmi.
Skandal Kabel Bawah Tanah Bogor: Sertu A Akui Penggalian Aset Telkom Tanpa Izin Resmi.. (Foto: {RAMBE})
Atas gambar Ilustrasi
Skandal Pencurian Kabel Telkom di Depan Polsek Citeureup: Diduga Didalangi Oknum TNI, Jalan Umum Rusak Parah!
BOGOR – Sebuah dugaan praktik pencurian aset negara berskala besar terungkap di wilayah hukum Polres Bogor. Sindikat pencurian kabel bawah tanah milik PT Telkom terdeteksi beraksi tepat di depan Kantor Polsek Citeureup. Mirisnya, aksi ilegal ini diduga kuat didalangi oleh seorang oknum anggota TNI aktif berinisial A, yang berpangkat Sertu dan bertugas di Denintel Kodam Jaya.
Praktik ini tidak hanya mengancam aset negara, tetapi juga mulai meresahkan warga sekitar akibat kerusakan infrastruktur jalan yang ditimbulkan.
Modus Operandi: Gali dan Tarik Paksa Gunakan Truk
Berdasarkan pantauan di lapangan, sindikat ini bekerja dengan cara menggali jalur kabel bawah tanah milik Telkom, kemudian menariknya keluar menggunakan satu unit truk. Saat awak media mencoba mengambil dokumentasi sebagai alat bukti, oknum Sertu A langsung mengintervensi dan mengajak awak media bernegosiasi di sebuah warung kopi.
Secara mengejutkan, oknum tersebut mengakui bahwa aktivitas penggalian tersebut sama sekali tidak mengantongi izin resmi dari otoritas terkait.
“Kita tidak ada izin dan tidak ada Simlok (Situs Monitoring Lokasi). Yang penting koordinasi dengan lingkungan seperti Polsek,” ucap oknum tersebut secara terbuka.
Warga Keluhkan Kerusakan Jalan dan Risiko Kecelakaan
Aksi ilegal ini menyisakan kerusakan fisik pada fasilitas publik. Warga berinisial D menyayangkan tindakan oknum tersebut yang merusak aspal jalan yang sebelumnya dalam kondisi baik. Penggalian liar tersebut meninggalkan ceceran tanah di bahu jalan yang membahayakan pengguna jalan.
“Mereka menggali dan merusak jalan yang sudah bagus. Tanah galiannya berceceran ke jalan, bikin licin bagi pengendara sepeda motor, apalagi di musim hujan seperti ini,” keluh warga tersebut.
Desakan Penindakan Tegas dari Panglima TNI
Keterlibatan oknum anggota TNI aktif dalam praktik pencurian aset negara ini memperkuat indikasi adanya kejahatan terorganisir yang memanfaatkan proyek tertentu sebagai kedok. Tindakan ini dinilai mencederai institusi dan merugikan negara secara material.
Publik kini mendesak Panglima TNI dan Pangdam Jaya untuk segera mengusut tuntas keterlibatan anggotanya dan memberikan sanksi tegas sesuai hukum militer yang berlaku. Penegakan hukum tanpa pandang bulu sangat dinanti untuk memutus mata rantai sindikat pencurian kabel yang sering kali merusak layanan komunikasi publik.
{RAMBE}