STIK Kirim 249 Mahasiswa ke Wilayah Bencana, Polri Tunjukkan Wajah Humanis
STIK Kirim 249 Mahasiswa ke Wilayah Bencana, Polri Tunjukkan Wajah Humanis. (Foto: redSVG)
249 Mahasiswa STIK Turun ke Wilayah Bencana, Aksi Nyata Polri Hadir di Tengah Masyarakat
JAKARTA — Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak bencana. Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran akademisi Polri dalam membantu pemulihan sosial sekaligus mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat di masa krisis.
Pengabdian masyarakat tersebut dilakukan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan, sekaligus implementasi nilai humanis, responsif, dan empati sosial yang menjadi fondasi pembentukan perwira Polri masa depan.
Mahasiswa STIK Terjun Langsung ke Lokasi Bencana
Ratusan mahasiswa STIK tidak hanya hadir secara simbolis. Mereka terjun langsung membantu masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, pendampingan warga, hingga dukungan terhadap kebutuhan dasar korban bencana.
Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mendengar langsung keluhan warga, memahami dampak sosial pascabencana, serta membangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat dan masyarakat.
Pembelajaran Lapangan untuk Calon Perwira Polri
Menurut pihak STIK, pengabdian masyarakat di wilayah bencana menjadi pembelajaran lapangan penting bagi mahasiswa. Mereka dilatih untuk peka terhadap kondisi sosial, mampu bekerja di situasi darurat, serta mengambil peran aktif dalam membantu masyarakat tanpa sekat formalitas.
Pendekatan ini diharapkan membentuk karakter perwira Polri yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Perkuat Citra Polri yang Humanis
Kegiatan pengabdian ini juga dinilai memperkuat citra Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai institusi yang hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.
Melalui mahasiswa STIK, Polri ingin menunjukkan bahwa keberadaan aparat negara harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama saat menghadapi bencana dan situasi sulit.
Sinergi dengan Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa STIK berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta unsur masyarakat. Sinergi ini dinilai penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan oleh warga terdampak.
{redSVG}