Tak Asal Tangkap! Polri Ungkap Pelaku dengan Scientific Crime Investigation
Tak Asal Tangkap! Polri Ungkap Pelaku dengan Scientific Crime Investigation. (Foto: RAMBE)
Atas Gambar Ilustrasi
Langkah Presisi Polri! Dari Eksekutor hingga Dalang Mulai Terkuak
Polda Metro Jaya Bongkar Pelaku Air Keras Andrie Yunus Lewat Scientific Crime Investigation
JAKARTA – Upaya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, memasuki fase terang. Polda Metro Jaya memastikan bahwa identifikasi pelaku tidak dilakukan secara spekulatif, melainkan melalui pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI) berbasis data, teknologi, dan analisa forensik digital.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam menangani kasus besar secara akuntabel, transparan, dan presisi, sesuai atensi langsung dari Kapolri.
CCTV Jadi Kunci: Wajah Pelaku Terekam Jelas
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap bahwa titik terang kasus ini berasal dari analisa mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Penyidik berhasil:
- Memetakan jalur pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian
- Mengidentifikasi momen krusial saat pelaku belum menggunakan helm
- Menemukan kecocokan wajah dan pakaian dengan saat eksekusi
Dari hasil sinkronisasi dengan database Polri serta keterangan 15 saksi, penyidik mengerucutkan dua nama sebagai eksekutor utama:
BHWC dan MAK
“Kami bekerja secara scientific. Semua berbasis data dan fakta di lapangan,” tegas Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Tak Berhenti di Eksekutor, Polri Kejar Jaringan Lebih Luas
Meski dua pelaku utama telah teridentifikasi, penyelidikan tidak berhenti.
Dari analisa jalur perlintasan dan fakta lapangan, Polri mencium adanya keterlibatan pihak lain.
Indikasinya kuat:
- Ada pembagian peran
- Ada pola pergerakan terstruktur
- Ada kemungkinan aktor di balik layar
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa jumlah pelaku bisa lebih dari empat orang, dan proses SCI masih terus dikembangkan.
Langkah Profesional: Dilimpahkan ke Puspom TNI
Seiring berkembangnya fakta yang mengarah pada keterlibatan oknum anggota, Polri mengambil langkah profesional dengan menyerahkan penanganan lanjutan kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Langkah ini bukan mundur—melainkan bagian dari prosedur hukum untuk memastikan:
- Transparansi
- Objektivitas
- Penanganan sesuai yurisdiksi
Di sisi lain, TNI telah mengamankan empat terduga pelaku:
- Kapten NDP
- Lettu SL
- Lettu BHW
- Serda ES
Kolaborasi Polri–TNI: Kunci Bongkar Kasus
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa koordinasi dengan Puspom TNI terus dilakukan secara intensif.
Tujuannya jelas:
mengintegrasikan seluruh temuan penyidik Polri dengan proses hukum militer, sehingga tidak ada celah dalam pengungkapan kasus.
Pendekatan kolaboratif ini menjadi model penting dalam penanganan perkara lintas institusi.
SCI Jadi Senjata Utama Polri
Kasus ini menunjukkan bagaimana Polri kini mengandalkan pendekatan modern:
- Digital forensik
- Analisa CCTV berlapis
- Sinkronisasi database nasional
- Pendalaman saksi secara sistematis
Bukan sekadar penyelidikan konvensional.
Melainkan investigasi berbasis ilmu pengetahuan.
Dari seluruh perkembangan, terlihat satu hal yang paling menonjol:
Polri berhasil membuka tabir kasus ini melalui pendekatan scientific yang presisi—mengarah dari eksekutor hingga potensi aktor intelektual.
Langkah cepat, terukur, dan berbasis bukti ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kasus tidak berhenti di permukaan.
Kini publik menanti babak selanjutnya:
Siapa dalang di balik serangan ini, dan bagaimana seluruh jaringan akan diungkap hingga tuntas?
{redSVG]