Terbongkar! Sindikat Love Scamming Bermodus Cinta Palsu di Gading Serpong, Otaknya WN China.
Terbongkar! Sindikat Love Scamming Bermodus Cinta Palsu di Gading Serpong, Otaknya WN China.. (Foto: RAMBE)
Sindikat love scamming atau penipuan bermodus asmara berhasil dibongkar aparat Polda Metro Jaya di kawasan Gading Serpong. Jaringan kejahatan siber ini diketahui menyasar korban melalui hubungan emosional palsu dan dikendalikan oleh seorang warga negara China.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan sejumlah korban yang mengaku mengalami kerugian finansial setelah menjalin komunikasi intens melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Para pelaku membangun kedekatan emosional dengan korban sebelum akhirnya meminta uang dengan berbagai dalih, mulai dari bisnis fiktif hingga keadaan darurat palsu.
Dalam penggerebekan yang dilakukan di sebuah lokasi yang dijadikan markas operasional, polisi mengamankan sejumlah pelaku beserta barang bukti berupa perangkat elektronik, ponsel, komputer, hingga akun media sosial yang digunakan untuk menjalankan aksi penipuan lintas negara.
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa sindikat ini bekerja secara terstruktur. Setiap anggota memiliki peran masing-masing, mulai dari operator yang berkomunikasi dengan korban, pengendali transaksi keuangan, hingga pengatur skenario penipuan. Otak dari jaringan ini disebut merupakan WN China yang mengendalikan operasi dari balik layar.
Polisi menyebut para pelaku memanfaatkan psikologi korban, terutama rasa percaya dan ketergantungan emosional, untuk menguras harta korban secara bertahap. Modus ini dinilai berbahaya karena sering kali membuat korban enggan melapor akibat rasa malu atau tekanan emosional.
Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta menelusuri aliran dana hasil kejahatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan jaringan ini terhubung dengan sindikat internasional yang beroperasi di beberapa negara.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap hubungan daring yang terlalu cepat mengarah pada permintaan uang. Polisi menegaskan akan terus menindak tegas kejahatan siber, khususnya penipuan bermodus asmara yang semakin marak dan merugikan banyak pihak.
{RAMBE}