25 Kg Kokain Terdampar di Selayar! Polisi Bongkar Jejak Internasional, Diduga Terkait Filipina-Colombia
25 Kg Kokain Terdampar di Selayar! Polisi Bongkar Jejak Internasional, Diduga Terkait Filipina-Colombia. (Foto: redSVG)
Penemuan Beruntun Kokain di Selayar, Polisi Kejar Jejak Jaringan Global
SELAYAR, SULAWESI SELATAN — Penemuan puluhan kilogram narkotika jenis kokain di pesisir Pantai Selayar membuka dugaan kuat adanya jaringan peredaran narkoba lintas negara yang melibatkan jalur laut internasional.
Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat melakukan penyelidikan menyeluruh, menyusul temuan bertahap yang kini totalnya mencapai sekitar 25 kilogram kokain.
🔎 Kronologi: Dari Temuan Kecil hingga Puluhan Kilogram
Kasus ini bermula dari temuan mencurigakan oleh nelayan pada 28 Februari 2026 di Pantai Barat Dusun Tile-tile Selatan, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu.
Nelayan menemukan dua bungkusan mencurigakan:
- Plastik hitam bertuliskan “Stone” (±690 gram)
- Plastik putih dililit lakban (±1 kg)
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke aparat kepolisian.
Namun, kejadian tidak berhenti di situ.
⚠️ Temuan Beruntun: Kokain Bermunculan di Sepanjang Pesisir
Dalam beberapa hari berikutnya, penemuan serupa terus terjadi di berbagai titik:
📍 8 Maret 2026 – Desa Mekar Indah (Buki)
- Karung berisi 7 pasang sepatu
- 4 paket plastik bertuliskan “Bugatti” (±3 kg kokain)
📍 13 Maret 2026 – Penyerahan dari Kodim Selayar
- 14 paket (±14 kg)
- 6 paket rusak (±5 kg)
📍 13 Maret 2026 malam – Bontocinde
- 1 paket (±1 kg)
📍 15 Maret 2026 – Boneria
- 1 paket besar (±27,44 kg, sebagian masih didalami)
📍 16 Maret 2026 – Bansiang
- 1 paket tambahan ditemukan warga
Temuan bertahap ini memperkuat dugaan bahwa narkotika tersebut tidak berasal dari satu titik, melainkan tersebar akibat hanyutan di laut.
🌍 Dugaan Asal: Filipina hingga Jejak Colombia
Kapolda Sulsel mengungkapkan adanya indikasi kuat keterkaitan internasional.
Beberapa petunjuk penting yang ditemukan di lapangan:
- Kemasan paket identik dengan temuan di Filipina (Oktober 2025)
- Ditemukan sepatu dengan label “Made in Colombia”
- Paket dalam kondisi ditumbuhi rumput laut, menandakan sudah lama terapung
Fakta ini mengarah pada kemungkinan bahwa:
➡️ Barang tersebut berasal dari jaringan narkotika internasional
➡️ Bisa jadi hanyut akibat kehilangan di laut
➡️ Atau bagian dari upaya penyelundupan yang gagal
🚨 Respons Cepat: Polisi, TNI, dan Labfor Bergerak
Menghadapi potensi bahaya besar, aparat gabungan langsung bertindak cepat:
- Polda Sulsel melakukan penyelidikan intensif
- Polres Selayar & Kodim aktif mengamankan temuan warga
- Laboratorium Forensik (Labfor) memeriksa kandungan dan asal barang
Langkah ini dilakukan untuk memastikan:
- Barang tidak beredar di masyarakat
- Sumber dan jalur distribusi terungkap
- Potensi jaringan di baliknya dapat dibongkar
🧠 Analisis: Pola Peredaran Laut yang Berbahaya
Kasus ini memperlihatkan pola baru peredaran narkoba:
- Menggunakan jalur laut terbuka
- Memanfaatkan arus laut untuk menyamarkan distribusi
- Menggunakan kemasan khusus agar tahan lama di air
Jika tidak segera ditangani, barang-barang seperti ini berpotensi:
- Disalahgunakan oleh masyarakat
- Masuk ke jaringan peredaran lokal
- Menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional
📢 Imbauan Polisi: Warga Diminta Aktif Melapor
Kapolda Sulsel menegaskan pentingnya peran masyarakat.
Warga diimbau:
- Tidak menyentuh atau menyimpan barang mencurigakan
- Segera melapor ke Polri atau TNI terdekat
- Membantu mencegah penyebaran narkoba di wilayah pesisir
Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memutus rantai peredaran narkotika.
🏁 Penutup: Jejak Internasional Mulai Terbongkar
Kasus kokain Selayar bukan sekadar penemuan barang hanyut.
Ini adalah sinyal kuat adanya pergerakan narkotika lintas negara yang masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur laut.
Dengan pendekatan investigatif dan sinergi aparat, Polri berupaya memastikan:
Tidak ada satu gram pun narkoba yang lolos ke masyarakat.
{redSVG}