Bareskrim Bidik Red Notice ke Malaysia Sikat Pak Haji Penyuplai Sabu 'The Doctor': Ubah Wajah Pakai Operasi Plastik, Transaksi Rekening Tembus Rp464 Miliar!
Bareskrim Bidik Red Notice ke Malaysia Sikat Pak Haji Penyuplai Sabu 'The Doctor': Ubah Wajah Pakai Operasi Plastik, Transaksi Rekening Tembus Rp464 Miliar!. (Foto: {RAMBE})
BURU KARTEL LUAR NEGERI!
JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri di bawah komando Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menunjukkan taring agresifnya dalam mengobrak-abrik jaringan narkotika internasional lintas negara. Korps Bhayangkara resmi mengajukan permohonan penerbitan Red Notice Interpol terhadap gembong besar penyuplai sabu kepada jaringan Andre Fernando alias "The Doctor".
Langkah berani ini menjadi bukti nyata komitmen Polri Presisi dalam memburu pelaku kejahatan kerah hitam hingga ke ujung dunia, sekaligus menutup rapat ruang gerak para mafia yang mencoba merusak masa depan generasi bangsa.
Profil Buron Kakap 'Pak Haji': Bandar Internasional yang Ganti Kewarganegaraan
Sosok yang kini menjadi buronan nomor satu itu adalah Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji. Berdasarkan rilis resmi dari penyidik Bareskrim Polri, berikut adalah rekam jejak hitam sang bandar:
- Asal dan Jaringan: Lukmanul Hakim merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang mengendalikan jaringan bisnis haram jalur Malaysia-Indonesia.
- Otak Pengendali: Ia berperan vital sebagai pengendali utama peredaran narkotika di atas lingkaran bisnis "The Doctor".
- Penyuplai Utama: Berdasarkan nyanyian Andre Fernando, paket sabu seberat lima kilogram yang sebelumnya diedarkan oleh kaki tangannya, Erwin Iskandar alias Koko Erwin, dipasok langsung oleh Pak Haji.
- Buron TPPU BNN: Selain diburu Polri, nama Lukmanul Hakim ternyata sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Badan Narkotika Nasional (BNN) RI terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Demi meloloskan diri dari jerat hukum, Pak Haji dilaporkan kabur ke luar negeri, berdomisili di Malaysia, dan diduga kuat telah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Saint Kitts and Nevis, sebuah negara kepulauan di Karibia.
Siasat Licik Operasi Plastik: Pusident Bareskrim Rilis Sketsa Wajah Baru!
Penyidikan mendalam Bareskrim Polri mengungkap sebuah fakta yang mengejutkan. Guna mengelabui petugas di pintu perbatasan internasional, Pak Haji diduga nekat merombak total penampilannya.
"Lukmanul Hakim diduga telah melakukan operasi plastik pada bagian wajah sehingga terdapat perbedaan dengan foto yang ditunjukkan oleh penyidik," ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Rabu.
Menghadapi taktik licik ini, Polri tidak tinggal diam. Dittipidnarkoba langsung menggandeng Pusat Inafis dan Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri untuk membuat sketsa perkiraan wajah terbaru pelaku pasca-operasi plastik. Polisi kini menyebarkan lembar DPO resmi yang memuat tiga foto sekaligus: foto asli masa lalu sebelum operasi, serta hasil sketsa dugaan wajah barunya saat ini.
Analisis Perbankan Gila-gilaan: Rekening Penampung Tembus Rp464 Miliar!
Keganasan sindikat ini makin terlihat terang benderang setelah tim jurnalis memeriksa hasil analisis mutasi perbankan milik jaringan Lukmanul Hakim. Dari data pelacakan aliran dana hitam sejak periode 28 Desember 2018 hingga 31 Maret 2026, penyidik menemukan angka yang fantastis:
- Total Volume Transaksi: Mencapai 14.961 kali transaksi keuangan.
- Jumlah Uang Berputar: Menyentuh nominal fantastis sebesar Rp464.144.761.398,46 (Rp464 Miliar lebih!) yang mengalir melalui empat rekening penampungan rahasia.
Gebrakan Sinergi Lintas Negara: Police-to-Police Kepung Malaysia
Sebagai langkah taktis untuk menjepit ruang pelarian pelaku, Bareskrim Polri bergerak cepat di jalur diplomasi penegakan hukum internasional. Selain mengajukan dokumen Red Notice melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Dittipidnarkoba juga mengirimkan surat permohonan bantuan penangkapan secara police-to-police langsung kepada Polis Diraja Malaysia (PDRM).
Sinergi kokoh antaranegara ini diharapkan mampu menyeret Pak Haji dari persembunyiannya di Malaysia untuk mempertanggungjawabkan bisnis kotornya di hadapan hukum Indonesia.
{RAMBE}