Logo
CRIME WATCH.ID

Bareskrim Polri Bongkar Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda: Pakai Sistem 21 Sniper HT, Seret Oknum Bripka Jadi DPO!

5565 views
Selasa, 19 Mei 2026 - 15:19 WIB {RAMBE}
Bareskrim Polri Bongkar Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda: Pakai Sistem 21 Sniper HT, Seret Oknum Bripka Jadi DPO!

Bareskrim Polri Bongkar Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda: Pakai Sistem 21 Sniper HT, Seret Oknum Bripka Jadi DPO!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


Sarang Narkoba Samarinda Digerebek! Bareskrim Buru Bripka Dedy Wiratama yang Jadi Sniper Kartel Gang Langgar. 

Barang bukti yang disita dari tersangka sindikat narkoba kasus dugaan peredaran narkoba di Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur


MILITERISTIK & SUPER KETAT!

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Dittipidnarkoba Bareskrim) Polri berhasil melakukan gebrakan luar biasa dalam perang total melawan narkotika. Korps Bhayangkara membongkar jaringan sindikat sabu kelas kakap di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur, yang mengadopsi sistem pengamanan militeristik super ketat ala kartel internasional.

Tidak tanggung-tanggung, sindikat ini mengerahkan puluhan kaki tangan yang berperan sebagai "sniper" atau pengawas lapangan bersenjatakan Handy Talky (HT) untuk menyaring setiap pembeli dan mengendus kedatangan aparat kepolisian.


Siasat Licik Barikade Gang Langgar: Dipantau 21 Pengawas HT!

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, membeberkan secara detail betapa rapinya sistem penyaringan dan operasional transaksi haram di "kampung narkoba" tersebut.

Proses transaksi diatur melalui instruksi berantai yang sangat terstruktur dari hulu ke hilir:

  • Kode Tersirat di Depan Ritel: Transaksi bermula di depan sebuah toko ritel modern. Sniper baris depan akan memantau situasi dan memberikan kode tangan tersirat berupa isyarat "masuk masuk" kepada calon pembeli yang dinilai aman.
  • Estafet Komunikasi HT: Setelah lolos dari pos pertama, sniper depan mengirimkan informasi melalui HT. Sepanjang jalur menuju pusat lapak, terdapat 21 pengawas terlatih yang memegang HT untuk menuntun dan memantau pergerakan pembeli.
  • Sterilisasi Perempatan Blok F: Setibanya di perempatan Gang Blok F, aturan ketat diberlakukan. Sniper mewajibkan hanya satu orang pembeli yang boleh masuk ke titik loket.

"Apabila pembeli datang berboncengan, salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi secara melekat oleh para sniper," tegas Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

Jika dinyatakan steril, pembeli baru diperbolehkan menuju loket benteng di Blok F untuk menukarkan uang tunai dengan paket narkoba. Sindikat ini menjual sabu dalam kemasan klip kecil seharga Rp150.000 dan kelipatannya.


13 Tersangka Diringkus, Anak Bandar Besar Berhasil Dicokok!

Dalam penggerebekan dramatis yang dilangsungkan akhir pekan lalu, tim elit Bareskrim Polri berhasil menggulung 13 orang tersangka yang memiliki peran spesifik di dalam struktur organisasi kartel lokal ini.

Tersangka utama yang berhasil diamankan adalah F alias Nando, yang bertindak sebagai bandar lapangan di Gang Langgar. Nando merupakan anak kandung dari sang bandar besar utama, Andes alias H. Endi, sekaligus kaki tangan dari H. Sudi.

Selain menangkap pembeli berinisial FSA dan H, polisi juga meringkus jajaran operasional loket:

  1. AS alias Ayam Jago (Penjual sabu di loket).
  2. TP alias Tri (Kurir pengantar pembeli menuju loket).
  3. HS (Kurir logistik yang tercatat sudah 10 kali sukses mengantar pasokan narkoba).


Daftar 7 Sniper Pengawas Jalur yang Berhasil Ditangkap:

  • MT alias Ipin: Sniper garda depan di area minimarket.
  • A alias Asri: Sniper pemantau di area lapangan sepak takraw.
  • MA alias Wiwin & MI alias Ical: Sniper barikade inti Blok F.
  • M alias Mus: Sniper pengawas ring satu di area loket penjualan.
  • K alias Dores & IH alias Idam: Sniper taktis pengawas wilayah Blok C.


Polri Tegas! Buru 4 DPO Termasuk Oknum Anggota Berpangkat Bripka

Sebagai wujud komitmen bersih-bersih institusi dan transparansi penegakan hukum demi masyarakat, Bareskrim Polri secara terbuka mengumumkan empat nama yang kini resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Salah satu buron yang dikejar adalah oknum anggota polisi yang berkhianat membelot menjadi bagian dari jaringan hitam ini.

Keempat DPO tersebut adalah Andes alias H. Endi (Pemilik lapak), H. Andi Sudi (Pemasok utama sabu), Malik (Sniper), dan Bripka Dedy Wiratama (Sniper/Pengawas jalur).

Bareskrim Polri memastikan pengejaran terhadap keempat buron ini akan dilakukan secara agresif hingga ke akar-akarnya. Polri tidak akan memberikan toleransi atau ruang sedikit pun bagi siapa saja yang nekat merusak masa depan bangsa dengan narkotika, terlebih bagi oknum aparat yang menyalahgunakan sumpah jabatannya.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT