Logo
CRIME WATCH.ID

Bareskrim Polri dan Interpol Gerebek Markas Penyekapan WNI: Sikat Sindikat Timah Ilegal, Korban Asal Sumsel Alami Patah Kaki!

5668 views
Senin, 18 Mei 2026 - 14:29 WIB {RAMBE}
Bareskrim Polri dan Interpol Gerebek Markas Penyekapan WNI: Sikat Sindikat Timah Ilegal, Korban Asal Sumsel Alami Patah Kaki!

Bareskrim Polri dan Interpol Gerebek Markas Penyekapan WNI: Sikat Sindikat Timah Ilegal, Korban Asal Sumsel Alami Patah Kaki!. (Foto: {RAMBE})


Gambar Ilustrasi

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Moh. Irhamni


JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional dalam melindungi warga negara. Melalui operasi kilat yang sangat taktis, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) dan Kepolisian Diraja Malaysia berhasil membongkar markas penyekapan dan menyelamatkan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban keganasan sindikat tambang timah ilegal di Malaysia.

Tindakan agresif ini menjadi bukti nyata komitmen tanpa kompromi Korps Bhayangkara demi melindungi harkat, martabat, dan keselamatan setiap anak bangsa di mana pun mereka berada.


Kronologi Sadis: Korban Dipaksa Jadi Penyelundup Lalu Disiksa Keji

Kasus internasional ini mulai terkuak setelah Atase Polri (Atpol) KBRI Kuala Lumpur menerima laporan resmi darurat pada tanggal 16 Mei 2026. Laporan tersebut memuat informasi mengerikan mengenai adanya penyekapan dan tindak kekerasan hebat terhadap seorang WNI berinisial DC, yang berasal dari Prabumulih, Sumatera Selatan.

Berdasarkan hasil investigasi awal, sindikat mafia internasional ini menggunakan modus operandi yang sangat rapi dan kejam:

  • Bujukan Maut: Korban DC awalnya dibujuk rayu oleh para pelaku untuk datang ke Negeri Jiran.
  • Penyelundupan Paksa: Setibanya di sana, korban justru dipaksa secara ilegal untuk membawa komoditas timah dari Indonesia ke Malaysia.
  • Penyekapan dan Intimidasi: Korban diduga kuat dianiaya secara berencana demi mengintimidasi dirinya agar tidak membocorkan praktik penyelundupan tersebut kepada otoritas berwenang, sekaligus sebagai peringatan keras bagi pekerja lain agar tetap bungkam.
  • Siasat Lintas Batas: Sindikat ini sengaja memanfaatkan jalur tikus perdagangan timah internasional untuk mengeruk keuntungan pribadi secara ilegal.

Kondisi fisik korban DC dilaporkan sangat memprihatinkan akibat siksaan dari para centeng sindikat. Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, membeberkan kekejaman para pelaku.

“Berdasarkan laporan awal, korban mengalami patah kaki serta cedera pada bagian tangan dan kepala akibat kekerasan yang diduga dilakukan oleh pelaku penyelundupan timah ilegal,” ungkap Brigjen Mohammad Irhamni saat dikonfirmasi di Jakarta.


Serbuan Kilat Balai Polis Sungai Pelek Atas Koordinasi Taktis Polri

Merespons laporan darurat tersebut, Kapolri langsung memerintahkan jajaran terbaiknya untuk menancap gas. Atpol KBRI Kuala Lumpur dengan sigap melakukan koordinasi taktis bersama kepolisian setempat, Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kuala Langat.

Melalui pelacakan titik koordinat yang super intensif, lokasi penyekapan berhasil diendus di wilayah hukum IPD Sepang. Tanpa membuang waktu, personel dari Balai Polis Sungai Pelek langsung menggeruduk lokasi kejadian dan berhasil membebaskan DC dari cengkeraman maut sindikat tersebut.


Sinergi Internasional: Proses Evakuasi dan Pemburuan Red Notice

Setelah berhasil diselamatkan, Bareskrim Polri tidak tinggal diam dan langsung fokus pada pemulihan korban.

“Dittipidter sedang proses koordinasi untuk upaya penyelamatan dan evakuasi dengan Divhubinter, serta Atase Kepolisian Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Malaysia,” jelas Brigjen Mohammad Irhamni.

Selain melakukan proses evakuasi dan pemulangan DC ke Tanah Air, penyidik Dittipidter Bareskrim Polri juga bergerak cepat mengumpulkan seluruh barang bukti digital serta meminta keterangan saksi-saksi kunci. Langkah ini diambil guna menerbitkan Red Notice melalui jaringan Interpol terhadap aktor intelektual dan bos besar di balik sindikat timah ilegal tersebut.

Polri memastikan penegakan hukum ini akan berjalan agresif. Selain fokus pada penganiayaan fisik dan penyekapan, penyidik juga membidik dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta tindak pidana ekonomi lintas negara yang dilakukan oleh sindikat Malaysia ini. Sinergi kokoh antar-negara ini diharapkan akan menggulung habis seluruh jaringan mafia yang merugikan regulasi perdagangan di kawasan Asia Tenggara.


{RAMBE}


BERITA TERKAIT