Bentrok Panas di Lahan Sengketa Sukahaji! Dua Kelompok Massa Ricuh, Polisi Langsung Kepung Lokasi
Bentrok Panas di Lahan Sengketa Sukahaji! Dua Kelompok Massa Ricuh, Polisi Langsung Kepung Lokasi. (Foto: Rambe)
Bandung — Situasi memanas terjadi di kawasan Sukahaji, Kabupaten Bandung, setelah dua kelompok massa terlibat bentrokan di atas lahan yang status kepemilikannya masih disengketakan. Insiden yang berlangsung pada Selasa (3/12/2025) sore itu memaksa Polres Bandung turun tangan cepat untuk mengendalikan keadaan sebelum situasi semakin tak terkendali.
Bentrok bermula ketika dua kubu yang mengklaim sebagai pemilik lahan bersinggungan saat melakukan aktivitas di area tersebut. Adu mulut berubah menjadi aksi saling dorong, hingga akhirnya ricuh tak terhindarkan. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi ikut panik dan menjauh untuk menghindari situasi yang memanas.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung membubarkan massa, memasang garis pengamanan, dan mengevakuasi pihak-pihak yang dianggap memicu provokasi.
“Kami segera mengamankan lokasi untuk mencegah kerusuhan meluas. Semua pihak diminta menahan diri,” ujar Kapolsek setempat.
Polisi Tegas: Sengketa Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum
Pihak kepolisian menegaskan bahwa konflik lahan tidak boleh diselesaikan dengan kekuatan massa. Polisi meminta kedua belah pihak menunjukkan dokumen resmi dan menempuh jalur hukum, bukan melalui intimidasi atau pengerahan orang.
“Silakan buktikan hak masing-masing melalui proses perdata. Jangan libatkan massa yang justru memperkeruh situasi,” tegas polisi.
Belum Ada Korban Serius, Tapi Situasi Masih Dipantau
Meski bentrokan berlangsung cukup panas, tidak ada laporan korban serius. Namun polisi tetap memperketat pengawasan karena khawatir kedua kubu kembali memobilisasi massa.
Patroli tambahan dikerahkan di sekitar titik sengketa, mengantisipasi kemungkinan aksi balasan atau provokasi lanjutan.
Sengketa Lahan Jadi Pemicu Konflik Berulang
Kasus ini menambah panjang daftar konflik lahan di wilayah Bandung dan sekitarnya. Sengketa kepemilikan yang tidak jelas, dokumen tumpang tindih, serta aktivitas ekonomi yang menggiurkan kerap memicu ketegangan antar-kelompok.
Polisi mengimbau agar masyarakat tidak terpancing isu liar dan menunggu keputusan resmi dari lembaga berwenang.
{RAMBE}