Logo
CRIME WATCH.ID

Densus 88 Libatkan 110 Guru! Program “Sekolah Rukun & Ramah Anak” Dibentuk untuk Cegah Paham Ekstrem Sejak Dini

588 views
Selasa, 18 November 2025 - 11:00 WIB redSVG
Densus 88 Libatkan 110 Guru! Program “Sekolah Rukun & Ramah Anak” Dibentuk untuk Cegah Paham Ekstrem Sejak Dini

Densus 88 Libatkan 110 Guru! Program “Sekolah Rukun & Ramah Anak” Dibentuk untuk Cegah Paham Ekstrem Sejak Dini. (Foto: redSVG)

Jakarta — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan langkah proaktif dalam menjaga keamanan nasional. Kali ini, Densus 88 menggandeng 110 pendidik dari berbagai sekolah dalam program Sekolah Rukun dan Ramah Anak, sebuah inisiatif untuk membentengi generasi muda dari penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme.

Program ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini Densus 88 yang menekankan edukasi, literasi digital, dan pembentukan karakter sejak usia sekolah.

Pendidik memiliki peran strategis sebagai benteng pertama dalam mencegah penyebaran paham-paham berbahaya di lingkungan sekolah,” ujar perwakilan Densus 88.


Fokus Program: Bentuk Sekolah Aman, Toleran, dan Inklusif

Melalui pelatihan khusus, para guru dibekali materi mengenai:

  • Deteksi dini indikasi paham radikal
  • Pencegahan penyebaran konten ekstrem di lingkungan sekolah
  • Cara menghadirkan ruang belajar yang inklusif, toleran, dan bebas perundungan
  • Literasi digital untuk memfilter hoaks dan propaganda
  • Strategi membangun karakter dan empati siswa

Program ini juga melibatkan psikolog, akademisi, serta lembaga perlindungan anak untuk memastikan pendekatan yang digunakan tidak hanya preventif, tetapi juga humanis.


Ancaman Ekstremisme Masuk ke Lingkungan Pendidikan

Densus 88 menegaskan bahwa sekolah menjadi salah satu titik yang harus dijaga, karena infiltrasi paham ekstrem sekarang banyak menyasar anak muda melalui media sosial, komunitas tertutup, dan ruang daring.

Guru harus punya kapasitas untuk mengenali tanda-tandanya. Bukan men-stigma, tapi melakukan tindakan tepat dan bijak,” ujar pemateri dari Densus 88.


Kolaborasi Pentahelix: Pemerintah, Sekolah, Orang Tua, dan Komunitas

Program Sekolah Rukun dan Ramah Anak ini menggunakan pendekatan kolaboratif yang melibatkan:

  • Densus 88 AT Polri
  • Dinas Pendidikan setempat
  • Para pendidik
  • Komunitas orang tua
  • Pemerhati anak dan lembaga psikososial

Harapannya, sekolah menjadi ruang aman untuk tumbuh kembang anak tanpa terpapar paham kekerasan dan intoleransi.


Komitmen Jangka Panjang: Indonesia Damai dari Akar Rumput

Densus 88 memastikan program seperti ini akan diperluas ke berbagai daerah, demi memperkuat fondasi perdamaian dan toleransi sejak bangku pendidikan.

Pencegahan lebih murah daripada penindakan. Melalui guru, kita membangun pagar kuat untuk masa depan anak-anak Indonesia,” tegas perwakilan Densus 88.


{SVG}



BERITA TERKAIT