Logo
CRIME WATCH.ID

Drama Penyelamatan! Dokter Unhas Operasi Tiga Ibu Hamil Korban Bencana Pidie di Tengah Gelap, Hujan, dan Akses Terputus

5487 views
Kamis, 04 Desember 2025 - 15:16 WIB redSVG
Drama Penyelamatan! Dokter Unhas Operasi Tiga Ibu Hamil Korban Bencana Pidie di Tengah Gelap, Hujan, dan Akses Terputus

Drama Penyelamatan! Dokter Unhas Operasi Tiga Ibu Hamil Korban Bencana Pidie di Tengah Gelap, Hujan, dan Akses Terputus. (Foto: redSVG)


Pidie, Aceh — Di tengah derasnya hujan, listrik padam, dan akses yang hancur akibat bencana, tim dokter Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melakukan operasi penyelamatan nyawa terhadap tiga ibu hamil korban bencana banjir di Kabupaten Pidie. Kisah ini menggambarkan betapa beratnya kondisi lapangan sekaligus memperlihatkan dedikasi tenaga medis Indonesia dalam krisis kemanusiaan.


Operasi Dilakukan dalam Situasi Nyaris Mustahil

Menurut keterangan tim medis Unhas, operasi dilakukan dalam situasi yang jauh dari kata ideal:

  • Listrik padam total
  • Peralatan harus dipindahkan secara manual
  • Jalan menuju RS terputus dan licin
  • Hujan deras terus mengguyur
  • Gelombang korban rujukan berdatangan
  • Sebagian tenaga medis kewalahan dan kelelahan

Meski demikian, tim dokter tetap memutuskan menjalankan operasi caesar demi menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Tiga Operasi dalam Satu Malam yang Takkan Dilupakan


Dalam kondisi serba terbatas, para dokter melakukan:

1. Operasi Caesar Darurat Pertama

Dilakukan saat pasokan listrik masih belum stabil. Alat-alat medis dihidupkan menggunakan mesin cadangan.

2. Operasi Kedua

Dilanjutkan ketika hujan semakin lebat. Sejumlah relawan membantu menjaga ruangan tetap kering dari rembesan air.

3. Operasi Ketiga

Dikerjakan menjelang subuh saat tim medis sudah kelelahan, tetapi tetap fokus menyelamatkan dua nyawa sekaligus.

Semua ibu dan bayi berhasil diselamatkan.


Dokter Ungkap Tekanan yang Dihadapi: “Kami Tak Punya Pilihan Selain Bertindak”

Salah satu dokter Unhas mengungkapkan betapa beratnya proses evakuasi pasien hamil ke ruang operasi.

“Setiap menit berharga. Kondisi pasien kritis. Tidak ada waktu menunggu cuaca baik atau listrik normal. Kami harus bertindak,” ujarnya.

Tenaga medis bekerja dengan penerangan darurat sementara relawan dan petugas setempat membantu mempertahankan kondisi ruangan tetap layak.


RSUD Pidie Dipenuhi Korban, Layanan Tetap Dibuka 24 Jam

Selain menangani pasien hamil, tim medis Unhas juga ikut membantu:

  • Penanganan luka berat
  • Pemeriksaan anak dan lansia
  • Bantuan medis untuk korban banjir yang hipotermia
  • Pendampingan psikologis untuk keluarga yang trauma

Rumah sakit menjadi pusat rujukan utama seluruh daerah terdampak.

Kolaborasi Medis dan Kemanusiaan: TNI–Polri–Relawan Dilibatkan


Agar operasi bisa berjalan lancar, koordinasi cepat dilakukan:

  • TNI dan Polri membantu membuka akses jalan dan evakuasi pasien
  • Relawan lokal menyiapkan penerangan tambahan
  • Pemerintah daerah mengirim suplai medis darurat
  • BPBD mengevakuasi warga yang terjebak banjir

Kolaborasi inilah yang memungkinkan tiga operasi krusial dapat berjalan aman.


Di Tengah Bencana, Dedikasi Nyawa Jadi Taruhan

Kisah penyelamatan tiga ibu hamil oleh tim dokter Unhas menjadi gambaran heroisme nyata di tengah bencana besar yang melanda Pidie. Meski listrik padam, hujan deras, dan fasilitas lumpuh, tenaga medis Indonesia tetap memilih berada di garis depan.

Ini bukan sekadar operasi, tetapi perjuangan menantang maut demi menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.


{redSVG}


BERITA TERKAIT