Logo
CRIME WATCH.ID

Gabung Tentara Bayaran Rusia, Bripda Rio Resmi Dipecat Polri: Karier Berakhir, Status Dicoret Tanpa Hormat

10548 views
Senin, 19 Januari 2026 - 10:37 WIB RAMBE
Gabung Tentara Bayaran Rusia, Bripda Rio Resmi Dipecat Polri: Karier Berakhir, Status Dicoret Tanpa Hormat

Gabung Tentara Bayaran Rusia, Bripda Rio Resmi Dipecat Polri: Karier Berakhir, Status Dicoret Tanpa Hormat. (Foto: RAMBE)



Keputusan tegas dijatuhkan Kepolisian Republik Indonesia terhadap salah satu anggotanya. Polri resmi memecat Bripda Rio setelah terbukti bergabung sebagai tentara bayaran Rusia. Putusan ini sekaligus mengakhiri status Bripda Rio sebagai anggota kepolisian, menyusul pelanggaran berat yang dinilai mencederai sumpah dan loyalitas institusi.

Pemecatan tersebut dilakukan melalui mekanisme Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) setelah Bripda Rio menjalani sidang etik internal. Hasil sidang menyatakan yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran serius karena terlibat dalam aktivitas militer asing tanpa izin negara.


Dianggap Pelanggaran Berat dan Fatal

Keterlibatan Bripda Rio sebagai tentara bayaran di luar negeri dinilai melanggar disiplin, etika profesi, serta prinsip dasar anggota Polri yang wajib setia kepada negara dan institusi. Polri menegaskan bahwa setiap personel dilarang terlibat dalam konflik bersenjata atau organisasi militer asing, terlebih dengan status tentara bayaran.

Kasus ini langsung menjadi perhatian publik karena menyangkut isu sensitif: aparat penegak hukum Indonesia yang terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri tanpa mandat negara.


Sidang Etik Putuskan PTDH

Dalam sidang etik, majelis menyatakan perbuatan Bripda Rio tidak dapat ditoleransi. Selain melanggar aturan internal, tindakannya juga berpotensi menimbulkan dampak hukum dan politik bagi Indonesia di level internasional.

Atas dasar itu, sanksi terberat dijatuhkan: pemecatan tidak dengan hormat. Dengan putusan tersebut, seluruh hak dan atribut kepolisian yang melekat pada diri Bripda Rio resmi dicabut.


Penegasan Komitmen Institusi

Polri menegaskan kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota agar tetap memegang teguh disiplin, loyalitas, dan integritas. Tidak ada ruang bagi personel yang menyimpang dari nilai dasar pengabdian kepada negara.

Langkah tegas ini juga disebut sebagai bentuk komitmen Polri menjaga profesionalisme serta mencegah keterlibatan anggotanya dalam aktivitas berisiko tinggi yang dapat merugikan institusi dan kepentingan nasional.

Pemecatan Bripda Rio menutup satu bab kontroversial, sekaligus menegaskan pesan kuat: seragam Polri bukan sekadar status, melainkan amanah yang tidak bisa dikompromikan dengan kepentingan apa pun.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT