Logo
CRIME WATCH.ID

GEGER! Jusuf Kalla Sambangi Bareskrim Polri: Seret Rismon Sianipar ke Jalur Hukum Demi Jaga Martabat!

6624 views
Rabu, 08 April 2026 - 14:34 WIB redSVG
GEGER! Jusuf Kalla Sambangi Bareskrim Polri: Seret Rismon Sianipar ke Jalur Hukum Demi Jaga Martabat!

GEGER! Jusuf Kalla Sambangi Bareskrim Polri: Seret Rismon Sianipar ke Jalur Hukum Demi Jaga Martabat!. (Foto: redSVG)

JAKARTA – Suasana di Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) mendadak ramai pada Rabu (8/4/2026). Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), terlihat mendatangi Gedung Bareskrim Polri. Kehadiran tokoh bangsa ini bukan tanpa alasan; ia secara resmi melaporkan Rismon Sianipar atas dugaan penghinaan yang menyerang kehormatannya.


"Ini Soal Martabat!"

Langkah hukum diambil JK setelah dirinya merasa sangat dihina oleh pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh Rismon Sianipar. Bagi JK, pelaporan ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan upaya penegakan keadilan dan perlindungan terhadap martabat yang telah ia jaga selama puluhan tahun mengabdi pada negara.

"Saya merasa dihina, sehingga saya melaporkan (Rismon Sianipar) ke pihak berwajib. Ini adalah soal martabat," tegas Jusuf Kalla saat memberikan keterangan di Bareskrim Polri, Rabu (8/4).


Keputusan Mandiri Tanpa Intervensi

Menariknya, langkah berani ini diambil JK secara mandiri. Ia menegaskan tidak melakukan komunikasi atau koordinasi dengan Presiden Joko Widodo terkait keputusannya memproses hukum Rismon Sianipar. Hal ini menunjukkan bahwa JK sangat menghormati supremasi hukum di Indonesia dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada Polri secara profesional.


Polri Siap Proses Secara Profesional

Kedatangan JK ke Bareskrim disambut sebagai bentuk kepercayaan warga negara terhadap institusi kepolisian dalam menyelesaikan sengketa hukum secara transparan. Bareskrim Polri kini tengah mendalami berkas laporan tersebut untuk menentukan langkah penyelidikan selanjutnya.

Publik kini menanti perkembangan kasus ini, yang diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam berkomunikasi di ruang publik dan menghormati hak-hak individu serta kehormatan para tokoh nasional.


{redSVG}



BERITA TERKAIT