GEGER! Penemuan “Karung Uang” Rp2,6 Miliar, Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK — Wakilnya Langsung Jadi Plt Bupati, Ini Kronologi Lengkapnya
GEGER! Penemuan “Karung Uang” Rp2,6 Miliar, Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK — Wakilnya Langsung Jadi Plt Bupati, Ini Kronologi Lengkapnya. (Foto: RAMBE)
Pati, Jawa Tengah — Drama hukum dan politik mengguncang Kabupaten Pati setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan pemerasan jutaan rupiah yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo (SDW). Temuan ini memicu operasi tangkap tangan (OTT), penetapan tersangka, serta penunjukan Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra sebagai Plt Bupati Pati di tengah suasana publik yang makin panas.
🔥 1. OTT Hingga Penetapan Tersangka: Awal Mula Kejutan Besar
Pada Senin (19/1/2026) malam, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo dan sejumlah pihak terkait dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa. Sudewo kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan dibawa ke tahanan KPK untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Penyidikan ini langsung memicu reaksi di tingkat pemerintahan daerah. Untuk menjaga kesinambungan administrasi dan pelayanan publik, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui Surat Penugasan resmi.
💰 2. Penemuan “Karung Uang”: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus
Salah satu temuan paling mencengangkan dalam kasus ini adalah sejumlah uang tunai puluhan juta rupiah yang disimpan dalam karung dan kantong kresek. Totalnya mencapai sekitar Rp2,6 miliar, dan menurut penyidik KPK, uang ini diduga kuat merupakan hasil dari praktik pemerasan yang dilakukan atas nama pengisian jabatan perangkat desa.
Barang bukti ini ditemukan di lokasi penggeledahan dan dinarasikan secara jelas dalam konferensi pers oleh penyidik KPK. Uang itu dikumpulkan oleh tim yang bekerja bersama Sudewo, lalu ditampung di dalam karung layaknya membawa beras, sebelum akhirnya diserahkan kepada tersangka utama.
Temuan ini sontak mengejutkan publik karena menggambarkan praktik koruptif bermuatan simbol kuat — bukan sekadar uang dalam brankas, tetapi uang dalam karung seperti barang hasil gelap yang dibawa secara sembunyi-sembunyi.
📋 3. KPK Merinci Dugaan Modus: Jual Beli Jabatan Desa
Menurut keterangan penyidik, pemerasan terjadi dalam konteks pengisian jabatan perangkat desa, di mana calon yang ingin mendapatkan posisi tertentu dipaksa memberikan sejumlah uang kepada oknum yang terkait. Sistem itu berjalan dengan pola yang terkoordinasi, di mana tim yang bekerja bersama Sudewo diduga mengatur tarif tertentu kepada para calon perangkat desa.
KPK bahkan telah menetapkan empat orang tersangka, termasuk:
- Sudewo — Bupati Pati
- Tiga kepala desa yang diduga menjadi bagian dari mekanisme pemungutan uang tersebut
🏛️ 4. Krisis Kepemimpinan: Risma Chandra Jadi Plt Bupati Pati
Menindaklanjuti OTT dan penetapan status tersangka terhadap Sudewo, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyerahkan surat penugasan kepada Risma Ardhi Chandra sebagai Plt Bupati Pati pada Rabu (21/1/2026).
Penunjukan itu merupakan langkah cepat pemprov untuk mengamankan stabilitas pemerintahan daerah dan memastikan layanan publik tetap berjalan di tengah gejolak hukum yang menimpa pimpinan tertinggi Kabupaten Pati.
Dalam pidatonya, Wagub Taj Yasin menekankan pentingnya koordinasi pemerintahan, kondusivitas organisasi perangkat daerah (OPD), serta profesionalisme aparatur di tengah situasi yang dianggap “sulit dan menuntut integritas tinggi”.
⚖️ 5. Guncangan Publik: Kepercayaan, Transparansi, dan Tuntutan Reformasi
Kasus ini langsung menjadi perhatian nasional karena:
- Menyingkap praktik pemerasan yang bersifat sistemik dalam pengisian jabatan publik
- Menimbulkan pertanyaan tentang kontrol internal dan akuntabilitas pejabat daerah
- Mendorong tuntutan publik agar penyidikan berjalan transparan dan tanpa tebang pilih
Sebagian masyarakat bahkan menyoroti bahwa temuan uang dalam karung seakan menjadi simbol kuat betapa buruknya praktik korupsi yang nyaris normal di lingkup pemerintahan daerah.
🔍 Kesimpulan: Dari Karung Uang ke Kursi Plt Bupati
Kasus ini bukan sekadar OTT dan penetapan tersangka, tetapi juga titik balik penting dalam dinamika politik dan hukum di Kabupaten Pati. Penemuan uang puluhan karung senilai miliaran rupiah yang diduga berasal dari pemerasan jabatan desa menjadikan kasus ini salah satu yang mendapat sorotan tajam publik dan media.
Penunjukan Risma Ardhi Chandra sebagai Plt Bupati muncul sebagai jawaban administratif terhadap kekosongan kekuasaan, namun juga menyimpan tantangan besar dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
{RAMBE}