Gelondongan Kayu Berserakan di Lokasi Bencana Sumatera — DPR Desak Investigasi, Polri Siap Bongkar Dalang Perusakan Alam!
Gelondongan Kayu Berserakan di Lokasi Bencana Sumatera — DPR Desak Investigasi, Polri Siap Bongkar Dalang Perusakan Alam!. (Foto: Rambe)
JAKARTA — Munculnya gelondongan kayu raksasa di tengah bencana banjir dan longsor di Sumatera langsung memicu amarah Senayan. Komisi IV DPR RI menyoroti serius indikasi perambahan hutan ilegal yang diduga memperparah skala bencana yang menelan korban jiwa.
Di balik spotlight itu, Polri kembali menjadi tumpuan utama untuk menelusuri siapa pemain besar di balik rantai pembalakan liar yang kerap luput dari pantauan.
Temuan Mengerikan di Lokasi Banjir
Potongan-potongan kayu berukuran besar ditemukan berserakan di aliran sungai hingga perkampungan warga. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya operasi ilegal yang sistematis di kawasan hulu.,Anggota DPR menegaskan:
“Tidak mungkin kayu sebesar itu hanyut kalau hutan tidak dirusak. Ini harus dibongkar sampai ke akar.”
DPR Minta Investigasi Serius — Polri Siapkan Langkah Lapangan
Senayan mendorong pemerintah dan aparat untuk bergerak cepat, dan Polri disebut sebagai pihak yang paling siap turun menelusuri jejak pelaku di lapangan, mulai dari:
- Pemetaan area rawan perambahan,
- Menelusuri jalur distribusi kayu ilegal,
- Menindak “backing” atau aktor besar yang berada di belakang mafia hutan.
Sumber internal menegaskan, unit Tipidter Polri sudah memonitor dan menunggu data teknis dari kementerian terkait untuk bergerak lebih jauh.
Polri Didorong Bongkar Sindikat, Bukan Sekadar Pelaku Lapangan
DPR meminta penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku kecil.
“Yang harus ditangkap itu aktor intelektualnya, bukan cuma penebang liar di lapangan,” tegas anggota Komisi IV.
Polri sebelumnya juga sudah berkali-kali memimpin pengungkapan kasus mafia kayu di berbagai provinsi, sehingga publik optimis Polri punya rekam jejak kuat untuk membongkar jaringan besar ini.
Bencana Bukan Sekadar Alam, Ada Jejak Kejahatan
Para legislator menilai banjir bandang dan longsor kali ini bukan semata bencana alam, tetapi diduga kuat melibatkan kerusakan ekologis buatan manusia yang dibiarkan terlalu lama.
Dengan makin banyaknya gelondongan kayu mengapung, desakan agar Polri memimpin investigasi menjadi semakin kuat.
Polri Diharapkan Menjadi Garda Terdepan Penyelamatan Hutan
Dugaan pembalakan liar yang memperparah bencana membuat publik dan DPR menaruh harapan besar pada Polri untuk:
- Mengungkap jaringan pembalak,
- Menindak korporasi dan cukong,
- Mengembalikan fungsi hutan sebagai pelindung bencana,
- Mencegah bencana susulan di wilayah lain.
Semua mata kini tertuju pada Polri—apakah gerak cepat “Ksatria Bhayangkara” mampu membongkar kejahatan ekologis yang selama ini bersembunyi di balik gelombang banjir.
{RAMBE}