Heboh! 15 WN China Serang TNI & Rusak Kendaraan di Tambang Emas Ketapang — Kronologi Lengkapnya
Heboh! 15 WN China Serang TNI & Rusak Kendaraan di Tambang Emas Ketapang — Kronologi Lengkapnya. (Foto: Rambe)
Ketapang, Kalbar — Insiden penyerangan yang melibatkan 15 warga negara China terhadap anggota TNI dan warga sipil terjadi di area pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Kecamatan Tumbang Titi, Ketapang, Kalimantan Barat. Peristiwa ini mengejutkan publik setelah viral sejumlah detik demi detik aksi brutal itu.
Awal Kejadian: Drone Misterius di Area Tambang
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika anggota keamanan perusahaan melihat aktivitas penerbangan drone di sekitar lokasi tambang sekitar pukul 15.30 WIB. Anggota keamanan bernama Iwan berusaha mengejar lokasi pilot drone tersebut. Pada saat bersamaan, lima anggota TNI yang sedang menjalani kegiatan latihan di area itu bergabung dalam pengejaran untuk mencari sumber drone tersebut.
Penyerangan Mendadak: Sajam dan Airsoft Gun Terlibat
Sekitar 300 meter dari pintu PT SRM, Iwan dan anggota TNI menemui empat WN China yang diduga sebagai operator drone. Namun tiba-tiba sebelas WN China lainnya muncul, membawa beberapa bilah senjata tajam, airsoft gun, dan alat setrum. Kelompok itu langsung melakukan serangan terhadap anggota pengamanan dan TNI tanpa peringatan.
Akibat aksi ini, setidaknya lima anggota TNI dan satu warga sipil menjadi sasaran serangan, sementara kendaraan operasional perusahaan mengalami kerusakan berat akibat dirusak para pelaku.
TNI Mundur Demi Keselamatan
Karena kalah jumlah dan untuk menghindari benturan yang lebih besar, anggota pengamanan dan TNI mundur menuju area perusahaan. Mereka kemudian melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib setempat.
Situasi Kini – Kondusif tapi Belum Ada Laporan Resmi
Pihak Polsek Tumbang Titi telah menerima informasi awal terkait kejadian ini dan mengonfirmasi bahwa situasi saat ini kondusif. Namun, hingga berita ini ditulis, perusahaan PT SRM belum membuat laporan resmi ke polisi karena masih berkoordinasi dengan tim pengacara mereka.
Motif di balik penerbangan drone dan serangan terhadap TNI dan warga di lokasi masih belum jelas dan terus didalami pihak kepolisian setempat.
{RAMBE}