Logo
CRIME WATCH.ID

Indonesia Klaim Kembangkan Kapal Selam Otonom 100 % Karya Anak Bangsa

85 views
Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:36 WIB Admin
Indonesia Klaim Kembangkan Kapal Selam Otonom 100 % Karya Anak Bangsa

Indonesia Klaim Kembangkan Kapal Selam Otonom 100 % Karya Anak Bangsa. (Foto: Admin)

Surabaya – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa Indonesia kini telah mampu mengembangkan kapal selam otonom tanpa awak yang didesain 100 % oleh anak bangsa. Peluncuran dan uji coba perangkat yang dinamakan KSOT (Kapal Selam Otonom) ini berlangsung di kawasan Komando Armada II TNI AL, Surabaya, pada Kamis (30/10/2025).


Teknologi Pertahanan Laut – Kemandirian Industri

Menurut Menhan, proyek KSOT merupakan langkah strategis industri pertahanan dalam negeri. Kapal selam tanpa awak ini dirancang untuk memberikan opsi patroli bawah laut yang efisien, cepat, dan efektif, sebagai pelengkap armada bersenjata yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Dia menegaskan bahwa Indonesia kini menjadi negara keempat di dunia yang mengembangkan kapal selam otonom, setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Cina.


Rencana Produksi & Implementasi

Dalam kesempatan yang sama, Menhan menyampaikan bahwa pemerintah akan memproduksi hingga 30 unit KSOT untuk memperkuat pengamanan titik-sempit (choke-point) wilayah laut nasional. Direktur Utama PT PAL Indonesia menyatakan perusahaan siap memenuhi 

permintaan tersebut mulai tahun 2026, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) saat ini sudah lebih dari 50 %.


Simbol Kemajuan & Tantangan Ke Depan

Keberhasilan uji tembak torpedo latih oleh KSOT di Surabaya menjadi bukti nyata kemajuan industri alutsista dalam negeri. Namun demikian, beberapa langkah tetap perlu dilakukan, seperti evaluasi teknis lebih lanjut dan peningkatan kemampuan sistem agar siap diintegrasikan penuh ke dalam sistem pertahanan nasional. Ketua TNI dan jajaran terkait telah melakukan evaluasi bersama Menhan dan pihak PT PAL.


Pengumuman pengembangan KSOT karya anak bangsa ini menandai tonggak penting bagi kemandirian teknologi pertahanan Indonesia. Dengan desain dan produksi lokal, serta rencana produksi massal hingga 30 unit, Indonesia berharap memperkuat posisi strategisnya sebagai negara maritim yang mampu menjaga kedaulatan di wilayah laut dalam dengan kemampuan otonom modern.


{SVG}



BERITA TERKAIT