Istana Turun Tangan! Kasus Teror terhadap Pemengaruh Diminta Diusut Tuntas.
Istana Turun Tangan! Kasus Teror terhadap Pemengaruh Diminta Diusut Tuntas.. (Foto: redSVG)
JAKARTA — Istana Kepresidenan angkat bicara soal kasus teror terhadap seorang pemengaruh (influencer) yang belakangan menyita perhatian publik. Pemerintah menegaskan, setiap bentuk teror dan intimidasi tidak boleh dibiarkan, serta meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh dan transparan.
Pernyataan ini menegaskan posisi negara bahwa ruang publik—baik fisik maupun digital—harus aman bagi siapa pun, termasuk mereka yang aktif menyampaikan pendapat di media sosial.
Istana: Negara Tak Boleh Kalah oleh Teror
Pihak Istana menilai tindakan teror bukan hanya mengancam keselamatan individu, tetapi juga merusak iklim demokrasi dan kebebasan berekspresi. Karena itu, pemerintah mendorong aparat bergerak cepat untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi intimidasi tersebut.
“Kasus ini harus diusut tuntas. Tidak boleh ada pembiaran terhadap teror dalam bentuk apa pun,” tegas pernyataan dari lingkungan Istana.
Aparat Diminta Bergerak Cepat dan Profesional
Menindaklanjuti arahan tersebut, Polri diminta melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menelusuri kemungkinan ancaman terorganisir, jejak digital, serta potensi pelanggaran pidana lain yang menyertai aksi teror.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pendekatan profesional dan berbasis bukti, agar proses hukum berjalan objektif dan tidak memicu spekulasi publik.
Ruang Digital Harus Aman dari Intimidasi
Kasus ini kembali membuka diskusi soal keamanan di ruang digital, terutama bagi pemengaruh yang memiliki jangkauan audiens besar. Pemerintah menilai, perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh berubah menjadi ancaman atau teror.
Istana mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi dijamin konstitusi, tetapi harus berlangsung dalam koridor hukum dan etika.
Pesan Pemerintah untuk Publik
Pemerintah menghimbau masyarakat agar tidak menormalisasi teror, serta melaporkan setiap bentuk ancaman yang berpotensi membahayakan keselamatan. Negara, kata Istana, hadir untuk melindungi warganya dan memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
{redSVG}