JAKARTA DARURAT SAMPAH! Pramono Anung Siapkan Sarpras Tempur, Warga Wajib Pilah Sampah dari Rumah per 1 Agustus!
JAKARTA DARURAT SAMPAH! Pramono Anung Siapkan Sarpras Tempur, Warga Wajib Pilah Sampah dari Rumah per 1 Agustus!. (Foto: {RAMBE})
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Jakarta Darurat Sampah! Pramono Anung Terbitkan Ingub: Wajib Pilah Sampah dari Rumah Atau Bantargebang Tutup?
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menyatakan perang terhadap tumpukan sampah kota melalui peluncuran gerakan “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah”. Langkah revolusioner ini bukan lagi sekadar himbauan, melainkan instruksi tegas melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk membenahi masalah lingkungan secara hulu ke hilir demi menyelamatkan Jakarta dari krisis lahan tempat pembuangan akhir.
Fasilitas Tempur Siaga: Infrastruktur Pendukung Dikerahkan
Pramono Anung memastikan bahwa kebijakan pemilahan sampah ini akan didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai bagi masyarakat.
- Armada Angkutan Khusus: DLH DKI Jakarta telah menyiagakan truk anorganik dan truk compactor listrik untuk memastikan sampah yang telah dipilah tidak tercampur kembali saat diangkut.
- Penyuluhan Masif: Ratusan petugas kebersihan dikerahkan untuk melakukan kampanye dan penyuluhan langsung mengenai teknik pemilahan sampah kepada warga.
- Infrastruktur Penunjang: Fasilitas seperti road sweeper, ratusan dust bin, hingga bus toilet disiagakan di titik-titik strategis untuk mendukung kebersihan lingkungan selama masa transisi kebijakan.
Deadline Agustus 2026: Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu!
Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat mengingat kapasitas TPST Bantargebang yang sudah hampir mencapai batas maksimal.
- Aturan Baru: Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang secara ketat hanya akan menerima sampah residu.
- Target 2027: Pemprov DKI menargetkan pada tahun 2027, Bantargebang tidak lagi menerima sampah sama sekali, sehingga pengolahan harus tuntas di tingkat sumber.
- Model Replikasi: Sistem pemilahan sampah yang telah sukses di Kelurahan Rorotan akan segera direplikasi secara masif ke seluruh wilayah Jakarta.
Pilah Sampah Jadi Nilai Ekonomi: Kolaborasi Strategis
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa pemilahan sampah organik, anorganik, B3 rumah tangga, dan residu akan memberikan dampak besar bagi masa depan kota. Melalui kolaborasi KSBB dengan mitra seperti Rekosistem dan Plasticpay, warga didorong untuk memahami bahwa sampah anorganik yang dipilah memiliki nilai ekonomi nyata.
"Pilah sampah bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat sampah," tegas Dudi Gardesi.
{RAMBE}