Jangan Berani Pungli! Gubernur DKI & Polisi Siapkan Tindakan Ekstrim bagi Mafia Setoran di Ibu Kota!
Jangan Berani Pungli! Gubernur DKI & Polisi Siapkan Tindakan Ekstrim bagi Mafia Setoran di Ibu Kota!. (Foto: {RAMBE})
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sambutan di Kantor Walikota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026)
Jakarta Darurat Premanisme! Gubernur Pramono Anung & Polda Metro Jaya Bersatu: Sikat Habis Mafia Pungli Tanah Abang Hingga ke Akar-akarnya!
JAKARTA – Kedaulatan keamanan di Ibu Kota kini menjadi harga mati. Menanggapi viralnya aksi pemalakan terhadap sopir bajaj di Tanah Abang dan pedagang bakso di Kebon Sirih, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Polda Metro Jaya mendeklarasikan perang terbuka terhadap segala bentuk premanisme.
Negara hadir dan memastikan bahwa ruang bagi para "benalu kota" yang meresahkan pedagang kecil dan sektor informal telah tertutup rapat.
Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi bagi Preman!
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak akan ragu dalam mengambil langkah paling keras untuk membersihkan Jakarta dari premanisme. Hal ini disampaikan menyusul video viral yang memperlihatkan seorang oknum pria memaksa meminta "uang setoran" kepada pengemudi bajaj di kawasan pusat grosir Tanah Abang.
"Tidak ada kompromi lagi. Sebagai Gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk menindak tegas premanisme di Jakarta. Saya sudah melihat videonya dan memerintahkan Satpol PP serta dinas terkait untuk segera bertindak!" tegas Pramono saat memberikan keterangan di Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).
Polda Metro Jaya Pasang Badan: Tindak Tegas Penindas Rakyat Kecil
Selaras dengan instruksi Gubernur, Polda Metro Jaya kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman bagi warga. Kepolisian memastikan tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi pelaku premanisme, termasuk aksi brutal oknum yang merusak dagangan warga hanya karena ditolak memberikan iuran ilegal.
Sebagaimana diketahui, selain kasus di Tanah Abang, seorang pedagang bakso di Kebon Sirih juga menjadi korban kebiadaban premanisme. Mangkok dagangannya dirusak hanya karena sang pedagang enggan memberikan uang iuran sebesar Rp100 ribu.
"Tim kepolisian akan melakukan penindakan langsung secara profesional. Kami tidak akan membiarkan aksi pemalakan menghantui warga Jakarta yang sedang mencari nafkah," tulis keterangan resmi kepolisian.
Kolaborasi Strategis: Masyarakat Jadi 'Mata dan Telinga' Polri
Pramono Anung menekankan bahwa menjaga keamanan Jakarta bukan hanya tugas aparat, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat. Sinergi antara laporan warga dan kecepatan respons aparat kepolisian menjadi kunci agar Jakarta benar-benar menjadi kota yang aman dan nyaman bagi siapa saja.
Komitmen Pemprov DKI & Polri:
- Pengawasan Titik Rawan: Memperketat penjagaan di area pusat keramaian dan sektor informal.
- Respon Cepat Laporan: Meningkatkan kecepatan aparat dalam menangani aduan pungli di lapangan.
- Perlindungan Sektor Informal: Menjamin keamanan pedagang kecil hingga pengemudi transportasi umum dari gangguan ormas atau individu nakal.
Jakarta Menuju Kota Global yang Aman
Melalui tindakan tegas yang diinisiasi oleh duet Pemprov DKI dan Polri ini, diharapkan peringkat keamanan Jakarta meningkat secara signifikan. Jakarta tidak boleh hanya unggul dalam pembangunan fisik, tetapi juga harus menjadi teladan nasional dalam pemberantasan kejahatan jalanan dan premanisme.
{RAMBE}