Jelang Ramadhan, Polres Tasikmalaya Kota Sikat 30 Kasus! Curanmor, 111 Gram Sabu hingga Ribuan Obat Terlarang Dibongkar
Jelang Ramadhan, Polres Tasikmalaya Kota Sikat 30 Kasus! Curanmor, 111 Gram Sabu hingga Ribuan Obat Terlarang Dibongkar. (Foto: RAMBE)
Tasikmalaya, Jawa Barat – Menjelang bulan suci Ramadan, aparat kepolisian bergerak cepat dan tanpa kompromi. Dalam operasi intensif yang digelar beberapa pekan terakhir, Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap 30 kasus kriminal sekaligus, mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor), peredaran narkotika jenis sabu, hingga ribuan butir obat keras terlarang.
Langkah tegas ini menjadi bukti komitmen kepolisian menjaga kondusivitas wilayah agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
111 Gram Sabu & 18 Pengedar Diciduk
Salah satu pengungkapan terbesar datang dari jajaran Satresnarkoba. Petugas berhasil mengamankan 111 gram sabu dari jaringan peredaran narkoba yang beroperasi di wilayah Tasikmalaya Kota dan sekitarnya.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 18 tersangka diduga pengedar berhasil diringkus dalam operasi terpisah. Selain sabu, polisi juga menyita ribuan butir obat keras terbatas yang diduga diedarkan secara ilegal dan menyasar kalangan remaja.
Pengungkapan ini menjadi sinyal keras bahwa aparat tidak memberi ruang bagi bandar maupun pengedar yang mencoba memanfaatkan momentum jelang Ramadan untuk meraup keuntungan haram.
15 Unit Motor Hasil Curanmor Diamankan
Tak hanya narkoba, kejahatan konvensional juga menjadi perhatian serius. Dari serangkaian pengungkapan kasus, polisi menyita sedikitnya 15 unit sepeda motor yang merupakan hasil tindak pidana curanmor.
Modus pelaku beragam, mulai dari menyasar kendaraan yang diparkir tanpa pengamanan tambahan hingga menggunakan kunci palsu. Beberapa pelaku diketahui merupakan residivis yang kembali beraksi karena faktor ekonomi dan kesempatan.
Dengan pengungkapan ini, puluhan korban kini berpeluang mendapatkan kembali kendaraan mereka yang sempat hilang.
Ribuan Obat Terlarang Disita
Dalam operasi yang sama, aparat juga membongkar peredaran obat keras daftar G tanpa izin edar. Ribuan butir obat disita dari sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi transaksi.
Polisi menegaskan bahwa peredaran obat ilegal menjadi perhatian khusus karena berdampak langsung pada generasi muda. Konsumsi tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan ketergantungan hingga gangguan kesehatan serius.
Komitmen Ciptakan Ramadan Aman
Kapolres Tasikmalaya Kota menegaskan bahwa rangkaian pengungkapan ini merupakan bagian dari strategi cipta kondisi menjelang Ramadan. Operasi akan terus digencarkan untuk menekan angka kriminalitas, terutama yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendekatan yang dilakukan tak hanya represif, tetapi juga preventif melalui patroli rutin, penyuluhan, dan pengawasan titik rawan.
Dengan keberhasilan membongkar 30 kasus sekaligus, Polres Tasikmalaya Kota mengirim pesan tegas: Tasikmalaya bukan tempat aman bagi pelaku kejahatan.
Masyarakat pun diimbau untuk terus berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan. Sinergi antara warga dan aparat menjadi kunci utama menjaga kota tetap aman, terutama di momentum sakral bulan Ramadhan.
{RAMBE}