Logo
CRIME WATCH.ID

Kapolda Aceh & Jajaran Sampaikan Duka Cipta Atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha Saat Bantu Polisi Sergap Bandar Narkoba di Bireuen!

5817 views
Senin, 27 Juli 2026 - 10:36 WIB {RAMBE}
Kapolda Aceh & Jajaran Sampaikan Duka Cipta Atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha Saat Bantu Polisi Sergap Bandar Narkoba di Bireuen!

Kapolda Aceh & Jajaran Sampaikan Duka Cipta Atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha Saat Bantu Polisi Sergap Bandar Narkoba di Bireuen!. (Foto: {RAMBE})

Gambar Ilustrasi


Tiga Bandar Narkoba Diburu Tuntas! Polda Aceh Minta Warga Bersatu Bersama Aparat TNI-Polri. 


Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto (tengah) 

menyampaikan keterangan terkait meninggal dunianya anggota POM TNI 

saat membantu polisi menangkap bandar narkoba di Bireuen


GUGUR DALAM TUGAS MULIA!

BIREUEN, ACEH – Duka mendalam menyelimuti jajaran TNI dan Polri. Seorang prajurit terbaik dari Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD), Pratu Galuh Nugraha, gugur saat menunjukkan naluri dan dedikasi luar biasa membantu personel kepolisian menyergap jaringan bandar narkoba di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan beserta seluruh keluarga besar Polda Aceh menyampaikan rasa belasungkawa dan penghormatan setinggi-tingginya atas kebebalan semangat jiwa prajurit almarhum yang rela mempertaruhkan nyawa demi membebaskan masyarakat dari bahaya narkotika.


Kronologi Penyergapan: Sinergi di Lapangan & Penangkapan Empat Pelaku

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, membeberkan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2026). Operasi diawali dari pengejaran taktis petugas terhadap sebuah mobil yang ditumpangi oleh empat orang terduga bandar narkoba.

Fakta Kunci Pengungkapan & Insiden Penyerangan Bandar Narkoba di Bireuen:

----------------------------------------------------------------------------------

• Prajurit Gugur   : Pratu Galuh Nugraha (Anggota POM TNI AD).

• Lokasi Kejadian  : Depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kab. Bireuen, Aceh.

• Waktu Insiden    : Sabtu, 25 Juli 2026.

• Hasil Operasi    : 1 Orang Pelaku Diringkus, 3 Pelaku Buron (Dalam Pengejaran Masif).

• Penyebab Gugur   : Peluru Rekoset (Memantul) Saat Situasi Penyergapan Taktis.

• Respons Pimpinan : Kapolda Aceh Intensif Koordinasi Bersama Pangdam IM & Danpuspomad.

----------------------------------------------------------------------------------


Saat proses penghadangan dan tindakan tegas terukur dilakukan oleh petugas di lapangan, peluru rekoset (memantul) secara tak terduga mengenai Pratu Galuh Nugraha yang kala itu ikut secara aktif membantu petugas polisi di lokasi. Petugas langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, namun takdir berkata lain.

Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku (teridentifikasi sebagai oknum), sementara tiga pelaku lainnya yang melarikan diri kini diburu habis-habisan oleh tim gabungan.


Soliditas Tanpa Batas TNI-Polri: Kapolda Aceh Intensif Koordinasi dengan Pangdam IM & Danpuspomad

Menanggapi insiden tersebut, pimpinan Polda Aceh bergerak cepat melakukan komunikasi dan koordinasi intensif bersama jajaran pimpinan TNI, mulai dari Pangdam Iskandar Muda (IM), Danpuspomad, hingga Danpomdam IM.

Langkah ini dilakukan untuk menyampaikan fakta-fakta awal, memastikan penanganan terbaik, serta menjaga soliditas dan sinergitas kokoh antara TNI dan Polri yang selama ini menjadi benteng utama pertahanan serta keamanan di Aceh.

"Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Almarhum Pratu Galuh Nugraha telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba. Atas nama keluarga besar Polda Aceh dan jajaran, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta seluruh jajaran TNI," tegas Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, Minggu (26/7/2026).


Imbauan Resmi Polda Aceh: Jaga Kondusivitas & Saring Informasi

Polda Aceh mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta bijak dalam menyikapi kabar liar di media sosial dengan tidak menyebarkan foto, video, atau narasi spekulatif yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan tiga pelaku yang melarikan diri untuk segera melapor kepada penyidik demi menuntaskan pengungkapan jaringan narkoba ini hingga ke akar-akarnya.


{RAMBE}



BERITA TERKAIT